Gerbang Tol Karawang Barat Dibersihkan, 171 Bangunan Liar Diruntuhkan

- Rabu, 26 November 2025 | 17:00 WIB
Gerbang Tol Karawang Barat Dibersihkan, 171 Bangunan Liar Diruntuhkan
Penertiban Bangunan Liar di Karawang

Pagi itu, suasana di sepanjang Jalan Interchange akses Tol Karawang Barat riuh rendah. Denting palu godam dan suara mesin berat mulai menggema, meruntuhkan satu per satu bangunan liar yang selama ini berdiri di sana. Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, hadir langsung memimpin operasi penertiban yang dimulai Rabu (26/11) itu.

Ia menegaskan bahwa langkah ini bukanlah tindakan gegabah. Semua sudah sesuai prosedur dan aturan hukum yang berlaku.

"Secara SOP, semua sudah kita laksanakan, baik SP 1, SP 2, sampai SP 3. Meski sudah sampai SP 3 tapi masih ada bangunan yang belum dibongkar, namun hari ini dipastikan akan tetap dilakukan pembongkaran sesuai ketentuan,"

ujar Aep dengan nada tegas.

Menurutnya, penataan kawasan Karawang Barat terutama di sekitar gerbang tol adalah bagian dari komitmen serius pemerintah untuk mempercantik wajah daerah. Kawasan ini kan jadi strategis, penyangga kawasan industri.

"Pak Gubernur mengingatkan bahwa kawasan gerbang tol harus rapi dan bagus, bukan hanya Karawang, tapi juga Bekasi, Purwakarta, sampai Subang. Maka saya berkewajiban merapikan akses gerbang tol Karawang Barat, termasuk penertiban bangli,"

tegasnya lagi.

Di sisi lain, Aep menjelaskan bahwa bangunan-bangunan itu berdiri di atas lahan milik PT Jasa Marga. Pemkab Karawang sendiri sudah mengantongi nota kesepahaman atau MoU sebagai dasar hukum pelaksanaan kegiatan tersebut.

"Ini bukan tanah pribadi, ini tanah Jasa Marga. Maka hari ini kita bongkar. Dan kita sudah punya MoU yang jelas,"

kata Aep.

Totalnya, ada 171 bangunan liar yang menempati lahan Jasa Marga di wilayah itu.

Selain penertiban, Pemkab juga menyiapkan anggaran besar untuk penataan kawasan dari Karawang Barat hingga Karawang Timur. Anggarannya sekitar Rp 25 miliar digunakan untuk penataan kawasan dan pelebaran jalan. Belum lagi untuk perbaikan jalan bergelombang, ada tambahan hampir Rp 5 miliar.

"Pelebaran ruas jalan nanti sampai ke pabrik es, dan itu anggarannya dari Pemkab Karawang. Jalan yang gelombang juga akan kita ambil alih juga untuk diperbaiki,"

jelasnya.

Sementara itu, bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk saat ini lebih difokuskan pada pelebaran jembatan di akses Tol Karawang Barat.

"Kalau provinsi cuma hanya pelebaran jembatan mungkin satu dulu katanya, karena ya anggarannya katanya besar juga,"

tambahnya.

Target waktu? Untuk Karawang Timur, Aep memperkirakan akan rampung tahun 2026. Sedangkan Karawang Barat pengerjaannya bertahap, mungkin butuh waktu sampai 2027.

"Karawang Timur insya Allah selesai 2026. Karawang Barat kita bertahap, mungkin dua tahun sampai 2027,"

ujarnya.

Di akhir perbincangan, Aep berharap masyarakat bisa mendukung program penataan ini. Semua demi kenyamanan dan keindahan Karawang ke depannya.

"Kami ingin memberikan yang terbaik untuk warga. Karawang harus rapi dan nyaman. Ini butuh kesadaran bersama,"

pungkasnya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar