Trump Dukung Calon Konservatif Kolombia, Abelardo de la Espriella, di Putaran Kedua Pilpres

- Rabu, 03 Juni 2026 | 13:15 WIB
Trump Dukung Calon Konservatif Kolombia, Abelardo de la Espriella, di Putaran Kedua Pilpres

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara resmi menyatakan dukungannya kepada calon presiden dari kubu konservatif Kolombia, Abelardo de la Espriella, menjelang putaran kedua pemilihan presiden di negara Amerika Latin tersebut. Dalam pernyataan yang diunggah melalui platform Truth Social pada Rabu, 3 Juni 2026, Trump memuji de la Espriella yang dikenal dengan julukan “El Tigre” atau “Sang Harimau” sebagai seorang pemimpin yang cerdas, kuat, dan tegas. Menurut Trump, kandidat tersebut memiliki komitmen nyata untuk memajukan kepentingan Kolombia serta mempererat hubungan bilateral dengan Amerika Serikat.

“Hasil pemilihan ini sangat penting bagi masa depan Kolombia dan hubungannya dengan Amerika Serikat,” tulis Trump dalam pernyataannya yang dikutip dari media internasional. Dukungan ini, menurut Trump, didasarkan pada rekam jejak de la Espriella yang dinilainya luar biasa serta dukungan politik yang selama ini diberikan oleh kandidat tersebut kepada dirinya secara pribadi. “Karena pencapaiannya yang luar biasa dalam hidup, dan dukungan politiknya kepada saya secara pribadi, merupakan sebuah kehormatan bagi saya untuk memberikan dukungan penuh dan total kepada Abelardo,” kata Trump.

Sementara itu, pemilihan presiden Kolombia dipastikan berlanjut ke putaran kedua setelah tidak ada satu pun kandidat yang berhasil meraih mayoritas suara mutlak pada putaran pertama. Berdasarkan hasil sementara yang diumumkan oleh otoritas pemilu pada Minggu lalu, persaingan masih terlalu ketat untuk menentukan pemenang secara langsung. Pada putaran kedua yang dijadwalkan berlangsung pada 21 Juni mendatang, de la Espriella akan berhadapan dengan lawannya, Ivan Cepeda.

Dukungan dari tokoh sekelas Trump tentu menjadi angin segar bagi kampanye de la Espriella di tengah ketatnya persaingan. Namun, pertarungan di putaran kedua diprediksi masih akan berlangsung sengit mengingat basis pemilih di Kolombia yang terbelah secara ideologis. Para pengamat menilai bahwa hasil akhir pemilu ini tidak hanya akan menentukan arah kebijakan dalam negeri Kolombia, tetapi juga peta hubungan diplomatiknya dengan Amerika Serikat di masa mendatang.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags