Penggerebekan yang berlangsung dari pukul 10.00 hingga 13.00 WIB ini membongkar fakta mengejutkan. Ternyata, sistem peredaran narkoba di kampung ini berjalan sangat rapi dan tertata. Bahkan, transaksinya sudah modern.
"Sistem peredaran rapi, mereka juga melakukan pembayaran dengan ini," kata Aldrin, sambil tak lupa menunjukkan papan QRIS kepada yang hadir. Sungguh, metode yang tidak terduga.
Di sisi lain, operasi ini berjalan cukup mulus. Petugas bisa menggeledah tempat-target tanpa menemui perlawanan berarti. Meski begitu, ada saja yang berusaha kabur.
"Ada 2-3 pelaku melarikan diri, sampai ke atap rumah. Tapi kita tangkap, tim kita bisa tangkap. Termasuk barbuknya dapat kita sita," tutur Aldrin dengan nada percaya diri.
Bagi para DPO yang masih buron, ancaman dari BNN jelas. Mereka tak akan berhenti memburu dan tidak ada kompromi.
"BNN, TNI, Polri tidak akan berhenti mengejar dan memberantas sindikat narkoba yang ada di Indonesia ini. Sampai kapanpun kami akan tetap kejar," tegas Aldrin menutup pernyataannya. Sebuah peringatan keras bagi para pelaku kejahatan narkoba.
Artikel Terkait
Balai Besar POM Makassar Sita 96.000 Butir Obat Keras Ilegal
Pemkab Bone dan BPVP Bantaeng Gelar Pelatihan Koperasi untuk Seluruh Kecamatan
Gubernur Sulsel Resmi Buka MTQ ke-34, Diikuti 1.044 Peserta
Tiket Konser LANY di Jakarta Dibuka, Harga Mulai Rp850 Ribu