Di sisi lain, keputusan ini nggak bisa dilepaskan dari situasi perang Gaza yang berkecamuk sejak tahun 2023 lalu. Konflik itu telah menewaskan puluhan ribu warga Gaza akibat serangan Israel di berbagai penjuru wilayah.
Menurut lembar fakta yang dirilis pemerintah AS, setelah serangan tanggal 7 Oktober 2023 yang memicu pecahnya perang Gaza sayap militer Ikhwanul Muslimin di Lebanon disebut-sebut meluncurkan serangan roket ke sejumlah target, baik militer maupun sipil, di Israel.
Bukan cuma itu. Intelijen AS juga dapat laporan bahwa seorang pimpinan Ikhwanul Muslimin di Mesir mendorong dilakukannya serangan kekerasan terhadap mitra dan kepentingan Amerika di Timur Tengah, tepat di hari yang sama.
Masih ada lagi. Dari Yordania, muncul kabar bahwa pimpinan Ikhwanul Muslimin setempat memberikan dukungan terhadap sayap militer Hamas. Semua laporan ini semakin mengukuhkan posisi AS dalam mengambil sikap tegas terhadap organisasi tersebut.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Tiba di Moskow, Segera Temui Putin untuk Perkuat Kerja Sama Bilateral
Mahasiswa Calon Pastor Hilang Tenggelam di Danau Toba, Pencarian Berlanjut
Pertamina Menanggung Beban Rp60 Triliun per Bulan Akibat Harga BBM yang Ditahan
Islah Bahrawi Kritik Kebijakan Prabowo yang Dinilai Jauh dari Janji dalam Buku Paradoks Indonesia