Musim dingin kali ini terasa lebih menusuk bagi warga Ukraina. Mereka memasuki tahun kelima perang, dan udara beku sepertinya tak juga mau berdamai. Suhu bisa terjun bebas hingga minus 25 derajat Celsius. Tapi, di tengah dingin yang menggigit, ketahanan mereka justru terus diuji.
Menurut sebuah jajak pendapat yang dirilis awal Februari lalu oleh Kyiv International Institute of Sociology (KIIS), sikap warga terhadap konflik ini masih perlu dicermati. Survei itu digelar pada akhir Januari, waktu yang cukup krusial.
Kenapa? Sebab, saat itulah serangan besar-besaran Rusia mengguncang fasilitas energi negeri itu. Akibatnya, pemadaman listrik merajalela. Sistem pemanas dan pasokan air pun ikut-ikutan terganggu, terutama di ibu kota Kyiv. Bayangkan saja, hidup dalam gelap dan dingin di puncak musim salju.
Namun begitu, laporan survei itu menunjukkan sesuatu. Di balik segala kesulitan, semangat untuk bertahan tampaknya belum padam. Warga seolah punya ketabahan ekstra, menghadapi dua musuh sekaligus: serangan musuh dan cuaca ekstrem.
Keadaan memang berat. Tapi, mereka masih berdiri di sana.
Artikel Terkait
NasDem Gelar Safari Ramadan di Jawa Timur, Fokus Konsolidasi Kader untuk Pemilu 2029
Trucha Soroti Inefektivitas Serangan PSM Usai Takluk Tipis dari Persebaya
KSPI dan DPR Desak Percepatan Pencairan THR Hingga Tiga Minggu Sebelum Lebaran
Pria Palsukan Jenderal dan Pukul Petugas SPBU di Cipinang Ternyata Pengguna Narkoba