Yang menarik, ia juga menyoroti apa yang ia lihat sebagai standar ganda. Ketika perang Rusia-Ukraina pecah di tahun 2022, ia mempertanyakan lewat unggahan di Instagram: mengapa reaksi internasional terhadap dua konflik ini bisa begitu berbeda?
Bagi Larsson, berdiam diri bukanlah sebuah pilihan. Ia bahkan mendesak sesama selebriti dan influencer untuk ikut bersuara, terutama pasca-serangan Israel di Rafah. Tekadnya bulat.
Konsistensinya diuji lagi pada 2024. Ia dengan tegas menolak tampil di Eurovision selama Israel masih diizinkan berpartisipasi. Sebuah langkah yang sekali lagi menunjukkan, bagi Zara Larsson, prinsip lebih penting daripada panggung.
Jadi, inilah kisahnya. Seorang bintang pop internasional yang memilih untuk bersuara lantang, dan konsekuensinya nyata: ia kehilangan panggung, tetapi mungkin justru mendapatkan suaranya yang sebenarnya.
Artikel Terkait
Pramono Anung Usulkan Patung MH Thamrin Dipindah ke Jantung Bundaran
Diplomasi Prabowo Berbuah, Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB
Dari Hatta hingga Gibran: Ironi Kualitas Wakil Presiden di Tengah Gelombang Literasi
Gelombang Kerusuhan Iran: IRGC Tuding Kelompok Teroris, Korban Jiwa Berjatuhan