Yang menarik, ia juga menyoroti apa yang ia lihat sebagai standar ganda. Ketika perang Rusia-Ukraina pecah di tahun 2022, ia mempertanyakan lewat unggahan di Instagram: mengapa reaksi internasional terhadap dua konflik ini bisa begitu berbeda?
Bagi Larsson, berdiam diri bukanlah sebuah pilihan. Ia bahkan mendesak sesama selebriti dan influencer untuk ikut bersuara, terutama pasca-serangan Israel di Rafah. Tekadnya bulat.
Konsistensinya diuji lagi pada 2024. Ia dengan tegas menolak tampil di Eurovision selama Israel masih diizinkan berpartisipasi. Sebuah langkah yang sekali lagi menunjukkan, bagi Zara Larsson, prinsip lebih penting daripada panggung.
Jadi, inilah kisahnya. Seorang bintang pop internasional yang memilih untuk bersuara lantang, dan konsekuensinya nyata: ia kehilangan panggung, tetapi mungkin justru mendapatkan suaranya yang sebenarnya.
Artikel Terkait
Anggota DPR Hidayat Nur Wahid Desak Pemerintah Tinjau Ulang Perjanjian Dagang dengan AS Soal Jaminan Halal
BMKG Prakirakan Hujan Seharian di Makassar dan Sekitarnya pada 27 Februari
Kambeng-kambeng, Gorengan Pisang Manis Khas Bugis-Makassar
Rekomendasi Es Buah Sehat untuk Buka Puasa, Cegah Dehidrasi