Diduga Perundungan Berujung Maut, Siswa SD di Pekanbaru Tewas Usai Dikeroyok Saat Kerja Kelompok

- Senin, 24 November 2025 | 21:12 WIB
Diduga Perundungan Berujung Maut, Siswa SD di Pekanbaru Tewas Usai Dikeroyok Saat Kerja Kelompok
Kasus Duka di Pekanbaru

Sebuah kabar duka datang dari SDN 108 Tengkerang Labuai, Pekanbaru. Seorang siswa kelas VI, berinisial MAR, meninggal dunia pada Minggu (23/11/2025). Diduga, ada insiden perundungan atau bullying yang menimpa anak ini sebelum ajalnya.

Menurut informasi yang beredar, kejadiannya bermula saat kerja kelompok. Kepala MAR diduga ditendang oleh seorang temannya. Akibatnya, dia mengalami cedera di bagian otak yang berujung pada kematian. Sungguh tragis.

Kasus ini langsung menyita perhatian. Pemerintah Kota Pekanbaru dan aparat kepolisian pun bergerak cepat menangani dugaannya.

Masykur Tarmizi, selaku Plt Kepala Disdik Pekanbaru, menyatakan pihaknya sedang melakukan penelusuran mendalam. Mereka berusaha memastikan rangkaian peristiwa sebelum MAR menghembuskan napas terakhir.

“Kami akan melakukan cross check secara betul dan sedetail-detailnya, apa saja rangkaian peristiwa yang terjadi, dan apa saja yang terkait dengan kondisi sang anak sebelum meninggal,” ujar Masykur, Senin (24/11).

Dia menegaskan, langkah ini merupakan instruksi langsung Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho. Intinya, semua informasi harus dikumpulkan selengkap mungkin tanpa ada kesimpulan yang terburu-buru.

“Ini perintah dari Wali Kota. Kami diminta menggali informasi selengkap-lengkapnya, dan asas praduga tak bersalah akan kita kedepankan. Jangan langsung men-judge kematian ini karena sesuatu, sementara hasil medis nanti bisa berbeda,” jelasnya.

Saat melayat, kata Masykur, orang tua MAR menyampaikan sesuatu yang mengharukan. Meski peristiwa ini sangat berat, keluarga besar korban menyatakan ikhlas melepas kepergian putra mereka.

“Pihak keluarga juga menyampaikan bahwa mereka tidak akan membawa persoalan ini ke mana-mana,” ungkapnya.

Sementara itu, kuasa hukum keluarga korban, Suroto, memastikan hingga saat ini belum ada laporan polisi yang diajukan terkait meninggalnya MAR.

“Belum ada laporan polisi. Pagi ini kami akan rapat dulu di SDN 108 bersama dinas, sekolah, dan keluarga korban,” ujar Suroto.

Di sisi lain, Polresta Pekanbaru tak tinggal diam. Mereka sudah mengambil langkah awal menangani kasus dugaan perundungan ini. Dua tim khusus, yaitu Penyidik Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta tim konseling, sudah diterjunkan ke rumah duka untuk melakukan pendalaman.

“Saat ini petugas kita dari Penyidik PPA dan konseling sudah mendatangi rumah duka,” ujar Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bery Juana Putra.

Meski begitu, dia menegaskan bahwa hingga kini belum ada laporan resmi yang masuk, baik di Polsek Bukit Raya maupun di Polresta Pekanbaru.

“Laporan polisi belum ada,” ujarnya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar