Bagi Sjafrie, pengawasan semacam ini bukanlah hambatan, melainkan bagian penting agar semua program pertahanan berjalan efektif dan tepat sasaran. Tanpanya, mandat negara bisa saja melenceng.
Di sisi lain, penguatan TNI tidak cuma soal menambah jumlah personel. Sjafrie menjelaskan, ada pekerjaan besar lain yang sedang digarap.
“Kita juga membangun pangkalan-pangkalan untuk batalion-batalion yang tersebar di seluruh Indonesia,” pungkasnya, menyiratkan bahwa infrastruktur pendukung tak kalah vital.
Rencana pemerintah memang cukup masif: membentuk 150 batalion infanteri setiap tahunnya. Bayangkan, satu batalion saja biasanya membutuhkan sekitar seribu prajurit. Program ini direncanakan terus berjalan hingga 2029, sebuah upaya besar-besaran untuk menjaga kedaulatan negara dan sekaligus mendukung visi strategis Presiden Prabowo.
Artikel Terkait
Iran Klaim Campur Tangan Asing, 51 Korban Jiwa Tewas dalam Gelombang Unjuk Rasa
Isu Kabur dan Aset Miliaran: Mengapa Narasi Pelarian Khamenei Tak Menyentuh Realitas?
KPK Gelar OTT di Kantor Pajak Jakarta Utara, Dugaan Manipulasi Pengurangan Pajak
Poligami Dihukum Lebih Berat, Kohabitasi Diringankan: Paradoks KUHP Baru