Usai rapat tertutup yang cukup panjang bersama Komisi I DPR dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto di Senayan, Senin lalu, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin tampak cukup lega. Rencana besar pembangunan kekuatan pertahanan, yang mencakup desain pasukan hingga target ambisius membangun 150 batalion per tahun di berbagai penjuru tanah air, rupanya mendapat sambutan hangat dari para wakil rakyat.
“Respon dari bapak-bapak dan ibu-ibu anggota Komisi I DPR sangat positif,” ujar Sjafrie kepada awak media yang menunggu di kompleks parlemen.
Namun begitu, dia tak lupa menekankan satu hal. Dukungan itu, menurutnya, harus diimbangi dengan pengawasan yang ketat. Kritik yang membangun dari para anggota dewan justru sangat diharapkan untuk menyempurnakan kerja mereka.
“Kami justru mengharapkan kontrol sosial dari wakil rakyat di Komisi I tetap intensif. Berikan kami kritik yang konstruktif, baik untuk Kementerian Pertahanan maupun TNI,” tambahnya.
Artikel Terkait
Iran Klaim Campur Tangan Asing, 51 Korban Jiwa Tewas dalam Gelombang Unjuk Rasa
Isu Kabur dan Aset Miliaran: Mengapa Narasi Pelarian Khamenei Tak Menyentuh Realitas?
KPK Gelar OTT di Kantor Pajak Jakarta Utara, Dugaan Manipulasi Pengurangan Pajak
Poligami Dihukum Lebih Berat, Kohabitasi Diringankan: Paradoks KUHP Baru