“Respons cepat penegak hukum Malaysia menunjukkan komitmen bersama dalam memberantas eksploitasi dan memastikan keadilan bagi korban,” tambahnya.
Rasa terima kasih juga disampaikan kepada KBRI Kuala Lumpur yang langsung turun tangan memberikan pendampingan sejak awal Seni ditemukan. “Kami berterima kasih kepada KBRI Kuala Lumpur atas gerak cepat dan koordinasi intensif yang dilakukan,” kata Mukhtarudin.
“Dukungan KBRI sangat penting dalam memastikan korban mendapat perlindungan maksimal.”
Bagaimana kasus ini bisa terungkap? Ternyata, anak dari pelaku lah yang tidak tega melihat penderitaan Seni. Selama 21 tahun, ia disekap dan tak pernah digaji. Bahkan, menurut pengakuan polisi Malaysia, ia mengalami siksaan berulang mulai dari air panas yang dituang ke mulutnya, cubitan di dada hingga infeksi, luka melepuh di kaki, hingga tendangan di mulut yang membuat giginya patah.
Kedua pelaku, yang merupakan majikannya, kini telah ditangkap. Berkat laporan sang anak, nasib Seni akhirnya sampai juga pada titik terang.
Artikel Terkait
DBMBK Sulsel Sebut Curah Hujan Tinggi Penyebab Kerusakan Dini Jalan Hertasning Makassar
Kapolri Lantik Brigjen Totok Suharyanto Pimpin Kakortas Tipidkor
Musisi AS Tuduh Serangan ke Iran sebagai Pengalihan dari Skandal Epstein
Pemimpin Tertinggi Iran Unggah Ayat Al-Quran, Bantah Klaim Kematian dari AS