Gelombang PHK Bisnis di Singapura, Apa yang Salah?
Ada sesuatu yang sedang tak beres di Singapura. Negeri yang biasanya ramai dengan aktivitas bisnis itu kini menghadapi gelombang penutupan usaha yang cukup mengkhawatirkan.
Ribuan Restoran dan Ratusan Toko Tutup Setiap Bulan
Angkanya bikin merinding: lebih dari 3.000 restoran harus menutup pintunya. Belum lagi sekitar 250 toko yang gulung tikar setiap bulannya. Situasi ini tentu bikin banyak orang bertanya-tanya.
Sebenarnya, apa sih yang terjadi di pusat ekonomi Asia ini? Apakah ini pertanda awal kemunduran Singapura?
Atau jangan-jangan ini cuma fase transisi menuju model ekonomi baru?
Kalau ditelusuri lebih dalam, biaya sewa yang melambung tinggi jadi salah satu biang keroknya. Banyak pemilik usaha yang mengeluh harga sewanya sudah di luar kewajaran. Belum lagi perubahan gaya hidup anak muda Gen Z yang makin berbeda, plus biaya operasional yang terus meroket. Gabungan semua faktor ini bikin pelaku bisnis kewalahan.
Yang mengejutkan, brand-brand besar yang dulu dianggap "tahan banting" pun sekarang ikut terancam.
Artikel Terkait
Kebakaran Hanguskan Rumah Orang Tua Mantan Pj Bupati Kerinci, Kerugian Capai Ratusan Juta
Kue Bugis, Jajanan Tradisional Sulsel yang Kini Bersaing dengan Tren Dubai Chewy Cookie
Menteri HAM Usulkan Sipil Isi Jabatan Strategis di Polri dalam Revisi UU Kepolisian
Polda Babel Bongkar Penimbunan 8.000 Liter Solar Subsidi di Bangka Barat, Tiga Tersangka Diamankan