Kehadiran kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dinilai mampu menjadi sarana yang memudahkan kehidupan manusia, namun pemanfaatannya harus tetap berpijak pada nilai-nilai Pancasila sebagai panduan etik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pemuda Katolik, Stefanus Gusma, dalam keterangan resminya pada Sabtu, 6 Juni 2026.
“Pancasila adalah navigasi yang ideal untuk dijadikan panduan etik dalam pemanfaatan AI di berbagai lini kehidupan masyarakat,” ujar Gusma.
Menurut dia, kemajuan teknologi tidak boleh mengurangi semangat kemanusiaan yang menjadi fondasi kehidupan bersama. Perkembangan AI, lanjutnya, harus tetap diarahkan untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan gotong royong.
“Jangan sampai kemajuan AI mengurangi semangat membangun kemanusiaan dan semangat gotong royong,” tegas Gusma.
Pernyataan tersebut mengemuka dalam diskusi publik bertajuk “Navigasi Masa Depan: Bernegara Era AI dengan Kompas Pancasila dan Prinsip Magnifica Humanitas (Telaah Dialektis Ensiklik Perdana Paus Leo XIV)”. Acara yang digagas oleh PP Pemuda Katolik ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, antara lain RD Aloysius Budi Purnomo, Pr dari Komisi Hak Asasi Manusia Konferensi Waligereja Indonesia (KWI); Sabrang Mowo Damar Panuluh, Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional; anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin; Ketua IAIS Dr Lukas; serta Ketua EcoCamp RD Ferry Sutrisna Wijaya. Diskusi tersebut dimoderatori oleh Stefanus Poto Elu.
Dalam forum itu, para pembicara sepakat bahwa kemajuan teknologi harus tetap berada di bawah kendali manusia dan diarahkan untuk memperkuat martabat manusia, keadilan sosial, serta kepentingan bersama. Diskusi ini sekaligus menegaskan pentingnya menjadikan Pancasila dan nilai-nilai kemanusiaan sebagai kompas etik dalam menghadapi perkembangan AI yang semakin pesat.
Artikel Terkait
Wamendagri: Masa Depan Jakarta Bergantung pada Penguatan Tata Kelola Kawasan Aglomerasi
Iran Klaim Tembakkan Rudal Peringatan ke Kapal Perang AS di Laut Oman
Iraola Bertekad Kembalikan Identitas Liverpool: Intensitas Tinggi dan Agresivitas
Puluhan Ondel-ondel dan Permainan Tradisional Betawi Meriahkan Car Free Day di Rasuna Said