Kerusakan yang terlihat cukup parah. Sebanyak 22 rumah warga, satu bangunan sekolah, dan satu gardu PLN hancur berat. Belum lagi lahan pertanian dan hewan ternak yang ikut menjadi korban. Meski suasana secara umum terpantau kondusif, ancaman terbesar justru datang dari langit. Intensitas hujan yang makin tinggi membuat potensi banjir lahar dingin masih sangat nyata.
Merespons hal itu, TNI pun memperkuat posisinya. Mereka mendirikan tenda peleton, menyiapkan dapur lapangan, dan memperketat penyekatan di zona-zona terdampak. Evakuasi barang berharga dan warga dilakukan dengan koordinasi yang rapi.
Personel Koramil 0821-14/Pronojiwo sendiri sejak awal sudah turun tangan, melakukan penyisiran dan pengamanan wilayah.
Untuk memastikan respons yang cepat, Pos Komando didirikan tepat di depan Balai Desa Supiturang. Sementara pos siaga lainnya ditempatkan di Dusun Gemuk Mas dan Dusun Sumbersari. Rencananya, satuan TNI di lapangan akan terus memperkuat sinergi dan menjaga kesiapan operasi kemanusiaan ini. Mereka bertekad bertahan sampai situasi benar-benar dinyatakan aman, sebagai wujud komitmen TNI membantu pemerintah daerah melindungi rakyat dari ancaman bencana alam.
Artikel Terkait
Jenazah Perempuan Ditemukan Mengapung di Sungai Paria Barru, Diduga Korban Tenggelam Saat Cari Kerang
Kisah Prajurit Ngatijan dan Ilmu Kebal yang Selamatkan Rekan dari Tembakan Belanda di Papua
Polri dan Kemenhaj Bentuk Satgas Khusus untuk Berantas Penipuan Haji dan Umrah
Ledakan Tabung Gas di Pabrik Gizi Ngawi Lukai Satu Pekerja