Empat Ruko di Pontianak Ludes Dilahap Api, Diduga Bermula dari Setrika
Kawasan Danau Sentarum, Pontianak, digegerkan oleh insiden kebakaran hebat pada Sabtu (22/11/2025) sore. Empat unit ruko habis dilalap si jago merah, dan semua itu diduga berawal dari sesuatu yang sepele: sebuah setrika di toko laundry.
Api yang awalnya kecil itu konon langsung membesar dengan cepat. Dari toko laundry, kobaran api tak terkendali menjalar ke ruko tetangganya. Yang menjadi korban berikutnya adalah ruko penjual pakaian muslim Lima Waktu dan toko parfum Racik. Hanya dalam hitungan waktu, keempat bangunan itu rata dengan tanah.
Iwan, seorang petugas dari Pemadam Kebakaran Mentari, menceritakan kronologi respons timnya.
"Kita dapat laporannya sekitar pukul setengah lima sore. Langsung bergerak cepat, dan untungnya api berhasil kita bendung. Tidak sampai merembet ke bagian rumah di belakang ruko," jelasnya.
Ia menambahkan, kerusakan paling parah hanya menimpa dua pintu ruko saja.
Operasi pemadaman sendiri berlangsung cukup intensif. Butuh waktu sekitar dua jam bagi petugas untuk sepenuhnya menguasai situasi. Mereka mulai memadamkan api pukul 16.27 WIB, melakukan pendinginan hingga pukul 17.20 WIB, dan baru dinyatakan selesai sepenuhnya pada pukul enam sore.
Di sisi lain, meski tak ada korban jiwa yang berjatuhan, kerugian materiil yang diderita para pemilik toko sungguh tidak kecil. Seorang pemilik mengeluhkan kerugiannya yang ditaksir mencapai lebih dari Rp 200 juta. Mirisnya, saat api mulai berkobar, beberapa toko masih dalam kondisi beroperasi.
Soal ketersediaan air untuk memadamkan api, Iwan mengaku timnya cukup beruntung.
"Alhamdulillah, sumber airnya cukup. Kita pakai air dari selokan yang masih banyak karena habis hujan sebelumnya," tutupnya.
Ade Mirza
Artikel Terkait
45 Dapur MBG di Jombang Berhenti Beroperasi karena Anggaran Habis, BGN Klaim Dana Sudah Cair
Polisi Turun Tangan, Kasus Dompet Hilang yang Viral Libatkan Penjual Siomay Lansia di Sragen Berakhir Damai
Polisi Selidiki Pembunuhan Disertai Perampokan di Cirebon, Perhiasan Emas Korban Raib
BMKG Peringatkan Kemarau Panjang di Sebagian Besar Wilayah Indonesia, Puncak Kekeringan Diprediksi Agustus 2026