Setrika di Laundry Picu Empat Ruko di Pontianak Ludes Terbakar

- Sabtu, 22 November 2025 | 19:24 WIB
Setrika di Laundry Picu Empat Ruko di Pontianak Ludes Terbakar
Kebakaran Ruko di Pontianak

Empat Ruko di Pontianak Ludes Dilahap Api, Diduga Bermula dari Setrika

Kawasan Danau Sentarum, Pontianak, digegerkan oleh insiden kebakaran hebat pada Sabtu (22/11/2025) sore. Empat unit ruko habis dilalap si jago merah, dan semua itu diduga berawal dari sesuatu yang sepele: sebuah setrika di toko laundry.

Api yang awalnya kecil itu konon langsung membesar dengan cepat. Dari toko laundry, kobaran api tak terkendali menjalar ke ruko tetangganya. Yang menjadi korban berikutnya adalah ruko penjual pakaian muslim Lima Waktu dan toko parfum Racik. Hanya dalam hitungan waktu, keempat bangunan itu rata dengan tanah.

Iwan, seorang petugas dari Pemadam Kebakaran Mentari, menceritakan kronologi respons timnya.

"Kita dapat laporannya sekitar pukul setengah lima sore. Langsung bergerak cepat, dan untungnya api berhasil kita bendung. Tidak sampai merembet ke bagian rumah di belakang ruko," jelasnya.

Ia menambahkan, kerusakan paling parah hanya menimpa dua pintu ruko saja.

Operasi pemadaman sendiri berlangsung cukup intensif. Butuh waktu sekitar dua jam bagi petugas untuk sepenuhnya menguasai situasi. Mereka mulai memadamkan api pukul 16.27 WIB, melakukan pendinginan hingga pukul 17.20 WIB, dan baru dinyatakan selesai sepenuhnya pada pukul enam sore.

Di sisi lain, meski tak ada korban jiwa yang berjatuhan, kerugian materiil yang diderita para pemilik toko sungguh tidak kecil. Seorang pemilik mengeluhkan kerugiannya yang ditaksir mencapai lebih dari Rp 200 juta. Mirisnya, saat api mulai berkobar, beberapa toko masih dalam kondisi beroperasi.

Soal ketersediaan air untuk memadamkan api, Iwan mengaku timnya cukup beruntung.

"Alhamdulillah, sumber airnya cukup. Kita pakai air dari selokan yang masih banyak karena habis hujan sebelumnya," tutupnya.

Ade Mirza

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar