238 Ribu Tiket Kereta Ludes, KAI Tambah 150 Petugas Amankan Jalur Rawan Mudik

- Sabtu, 14 Maret 2026 | 16:45 WIB
238 Ribu Tiket Kereta Ludes, KAI Tambah 150 Petugas Amankan Jalur Rawan Mudik

Bandung, Jumat Siang – Suasana di Stasiun Kereta Api Bandung mulai berbeda. Satu pekan sebelum Lebaran, gelombang pemudik terlihat mulai mengalir deras. Tepatnya hari Jumat, 13 Maret 2026 siang, aktivitas penumpang yang hendak pulang kampung sudah meningkat signifikan.

Data dari Humas Daop 2 Bandung cukup mencengangkan. Dari total 345 ribu kursi yang disiapkan untuk periode mudik tahun ini, ternyata 238 ribu tiketnya sudah ludes terjual. Rute-rute favorit? Tujuannya beragam, mulai dari Solo Balapan, Semarang, Yogyakarta, sampai Surabaya.

Menyikapi hal ini, PT KAI Daop 2 Bandung mengklaim sudah siap total. Mereka baru saja menggelar apel gelar pasukan Posko Angkutan Lebaran 2026 sebagai bentuk keseriusan. Intinya, mereka ingin memastikan perjalanan kereta api berlangsung aman dan nyaman, baik saat arus mudik maupun nanti saat balik.

Nah, persiapannya sendiri cukup komprehensif. Salah satu langkah konkretnya adalah penambahan sekitar 150 petugas. Mereka ini akan ditempatkan di sejumlah titik yang dianggap rawan, seperti daerah yang sering longsor, banjir, atau amblas di wilayah operasional Daop 2 Bandung.

Direktur Operasi PT KAI, Awan Hermawan, menjelaskan lebih detail soal tugas para petugas tambahan ini.

"Beberapa daerah rawan itu daerah banjir, ada daerah longsor, ada amblas kemudian juga ada rawan perlintasan. Yang rawan-rawan kita jaga pada saat angkutan Lebaran," ujar Awan.

Jadi, fokusnya jelas: mengamankan jalur-jalur yang berpotensi mengganggu kelancaran perjalanan kereta. Dengan langkah-langkah antisipatif seperti ini, diharapkan perjalanan mudik masyarakat bisa berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Kini, tinggal menunggu hari H. Apakah semua persiapan ini cukup untuk menghadapi puncak arus mudik yang diperkirakan akan lebih padat? Waktu yang akan menjawabnya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar