Jetour T1 Resmi Meluncur di Indonesia, Selisih Harga Rp150 Juta antara Varian Bensin dan Hybrid

- Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:00 WIB
Jetour T1 Resmi Meluncur di Indonesia, Selisih Harga Rp150 Juta antara Varian Bensin dan Hybrid

Jetour T1 resmi meluncur di Indonesia dengan membawa dua pilihan varian yang sekilas tampak identik, namun menyimpan perbedaan signifikan yang berimbas pada selisih harga hingga Rp150 juta. Varian bermesin bensin dibanderol Rp408 juta, sementara versi plug-in hybrid (i-DM) dilego Rp558 juta. Bagi seribu pembeli pertama, kedua varian mendapatkan potongan harga Rp20 juta, sehingga harga promosi menjadi Rp388 juta untuk versi bensin dan Rp538 juta untuk i-DM. Pertanyaan mendasar yang muncul di benak konsumen adalah: kemana perginya selisih harga yang cukup besar tersebut?

Dari segi eksterior, hampir tidak ada yang bisa membedakan keduanya. Kedua varian sama-sama mengusung desain Horizon Light Bar Grille, lampu kabut dengan Cornering Light Function, serta kaca Double-Layer Acoustic Glass di baris pertama dan kedua yang mampu menolak 99 persen sinar UV. Desain eksterior yang identik ini bahkan telah meraih penghargaan Red Dot Design Award 2024. Sasisnya pun sama, menggunakan konstruksi monokok dengan 80 persen baja berkekuatan tinggi. Dimensi keduanya juga persis, mulai dari panjang 4.705 mm, lebar 1.967 mm, tinggi 1.843 mm, hingga wheelbase 2.800 mm. Perbedaan fisik baru terlihat pada detail kecil, seperti ground clearance versi bensin 200 mm dan versi i-DM 190 mm, serta pelek yang berbeda: velg 18 inci untuk varian bensin dan velg 19 inci dengan teknologi Run Flat Tire untuk varian hybrid.

Perbedaan paling mencolok justru terletak di dalam kabin. Meski sama-sama dilengkapi jok kulit sintetis premium, AC dengan filter PM2.5, dan wireless charging 50 Watt, varian i-DM mendapatkan perlakuan khusus. Head unit versi bensin berukuran 12,8 inci, sedangkan versi i-DM membesar menjadi 15,6 inci dengan prosesor Snapdragon 8155. Sistem audio pun naik kelas dari 8 speaker menjadi 9 speaker Sony, dan ambient light berubah dari satu warna Ice Blue menjadi 64 warna. Varian i-DM juga dilengkapi Panoramic Skyroof 64 inci, Crystal Gear Knob, 24 Hour Parking AC Mode, Passenger Power Leg Rest, Ventilated Seat, Memory Seat, serta pengaturan kursi elektrik lengkap di kedua sisi depan. Sebaliknya, versi bensin hanya memiliki pengaturan elektrik di kursi pengemudi. Menariknya, fitur Paddle Shift justru hanya tersedia di varian bensin.

Kedua varian sama-sama menggendong mesin 1.500 cc Turbo TGDI yang cukup menggunakan bensin RON 92. Namun, karakter keduanya berbeda total. Varian bensin menghasilkan tenaga 170 PS dan torsi 270 Nm, disalurkan melalui transmisi 7DCT basah. Sementara itu, varian i-DM menggunakan Dedicated Hybrid Engine dengan rasio kompresi lebih tinggi, 12:1, yang menghasilkan 136 PS dan 220 Nm. Meski tenaga mesin bensinnya lebih kecil, varian i-DM memiliki motor listrik bertenaga 204 PS dan torsi 310 Nm yang instan. Transmisi yang digunakan pun khusus, yaitu Dedicated Hybrid Transmission atau 1DHT.

Sumber utama selisih harga terletak pada baterai. Varian i-DM dibekali baterai Lithium Ferro Phosphate berkapasitas 18,4 kWh yang sudah bersertifikasi IP68, tahan debu dan air. Pengisian cepat DC Fast Charging dari 30 persen ke 80 persen hanya memerlukan waktu sekitar 27 menit, sementara pengisian AC dari 30 persen ke 100 persen membutuhkan sekitar 180 menit. Kombinasi mesin bensin dan motor listrik ini memberikan keuntungan berupa jarak tempuh lebih panjang dan konsumsi bahan bakar lebih efisien, terutama bagi penggemar perjalanan jauh.

Di sektor kaki-kaki dan keselamatan, Jetour tidak membedakan kedua varian. Keduanya menggunakan suspensi depan MacPherson dan belakang Multi-Link Independent, serta rem cakram berventilasi di keempat roda. Fitur keselamatan juga setara, meliputi enam airbag, TPMS, ISOFIX, ABS, EBD, BAS, TCS, ESC, EPB, serta ADAS Level 2 yang mencakup Adaptive Cruise Control, Lane Keeping Assist, Blind Spot Detection, Forward Collision Warning, Rear Collision Warning, hingga kamera 540 derajat JETOUR Surround Vision. Perbedaan kecil hanya pada sensor parkir; versi bensin hanya di belakang, sedangkan i-DM sudah depan dan belakang.

Garansi yang diberikan juga sama untuk kendaraan dan mesin, yaitu 6 tahun tanpa batas kilometer. Khusus untuk baterai varian i-DM, garansi diperpanjang menjadi 8 tahun atau 160.000 km. Pilihan warna untuk kedua varian meliputi Sand Gold, Aviation Silver, Carbon Crystal Black, dan White, dengan warna Tech Green dikenakan biaya tambahan Rp10 juta.

Pada akhirnya, pilihan kembali kepada kebutuhan dan anggaran konsumen. Jika dana menjadi pertimbangan utama, varian bensin dengan harga promosi Rp388 juta menawarkan fitur keselamatan lengkap, dimensi dan tampilan yang sama dengan versi hybrid. Namun, bagi mereka yang sering melakukan perjalanan jauh, mengutamakan efisiensi, dan menginginkan kemewahan kabin yang lebih tinggi, varian i-DM memberikan paket yang jauh lebih lengkap. Selisih Rp150 juta itu ternyata tidak hanya membeli baterai, melainkan juga layar yang lebih besar, audio Sony, panoramic roof, kursi yang lebih mewah, motor listrik 204 PS, baterai 18,4 kWh, DC Fast Charging, hingga teknologi hybrid terbaru Jetour. Secara sederhana, versi bensin menawarkan nilai, sementara versi i-DM menawarkan teknologi.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar