Serangan ini seolah melanjutkan rentetan kekerasan dari hari sebelumnya. Rabu (19/11), Israel juga melakukan serangan besar yang jauh lebih mematikan. Laporan dari badan pertahanan sipil menyebut 14 orang tewas di Gaza City dan 13 lainnya di Khan Younis. Sebuah hari yang kelam.
Namun begitu, Israel punya dalihnya sendiri. Lewat juru bicaranya, Shosh Bedrosian, Pemerintah Israel membela diri dengan menyatakan serangan ini murni respons. Alasannya, Hamas diduga telah lebih dulu melanggar gencatan senjata dengan mendekati apa yang mereka sebut "garis kuning" lokasi di mana tentara Israel berada selama gencatan.
"Israel membuat keputusan secara independen untuk melakukan serangan udara ini dan tidak meminta izin untuk melindungi diri kami dan rakyat kami," tegas Bedrosian. Pernyataan itu sekaligus menegaskan posisi mereka yang tak mau diatur dalam hal pertahanan.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Turun Rp45.000 per Gram, Harga Buyback Justru Naik
BMKG Waspadakan Potensi Hujan dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah Sulsel
Presiden Prabowo Tiba di Abu Dhabi, Akan Temui Presiden UEA untuk Perkuat Kemitraan Strategis
FIFA Yakin Piala Dunia 2026 Aman Meski Gelombang Kekerasan Guncang Meksiko