Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Bebas Perundungan dan Sistem Titipan

- Jumat, 21 November 2025 | 10:24 WIB
Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Bebas Perundungan dan Sistem Titipan

Hujan baru saja reda di Malang, Kamis (20/11/2025), tapi suasana di UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Singosari justru semakin hangat. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul hadir memenuhi undangan Dialog Kesejahteraan Sosial di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 47 Malang.

Acara itu dihadiri oleh Wakil Bupati Malang Latifah Shohib, para pendamping sosial, guru, orang tua, dan tentu saja para siswa. Rupanya, basahnya jalanan usai hujan sama sekali tak mengurangi semangat mereka.

Para siswa pun unjuk kebolehan. Bergantian, mereka menampilkan tarian tradisional, silat, pidato bilingual, hingga baca puisi dan paduan suara. Tepuk tangan riuh menggema setiap kali penampilan usai. Banyak orang tua yang sibuk mengabadikan momen anak-anak mereka dengan ponsel, wajah-wajah mereka memancarkan kebanggaan yang tak terbendung, bahkan tak sedikit yang terlihat haru.

Di hadapan para orang tua, Gus Ipul dengan lantang menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat ini adalah persembahan langsung dari Presiden Prabowo untuk keluarga-keluarga istimewa. Ia meminta para orang tua untuk tenang, tidak perlu khawatir dengan anak-anak mereka.

"Di Sekolah Rakyat tidak boleh ada perundungan, kekerasan fisik dan seksual, serta intoleransi," tegas Gus Ipul.

Ia juga memberi semangat, mencoba menghapus keraguan yang mungkin masih tersisa. "Anak-anak di Sekolah Rakyat itu ada yang bisa bahasa Inggris tapi juga ada yang belum bisa membaca, tidak usah kecil hati semua akan kami bimbing," urainya.

Menurutnya, ketika di kelas, anak-anak akan dibimbing oleh guru. Sementara saat di asrama, tanggung jawab ada di tangan wali asuh dan wali asrama.

Gus Ipul kemudian membeberkan sejumlah manfaat yang akan diterima seluruh keluarga Sekolah Rakyat. Bantuan sosial lengkap akan diberikan maksimal selama lima tahun. Mereka juga mendapat jaminan kesehatan lewat PBI-JK, menjadi anggota Koperasi Desa Merah Putih, masuk prioritas program 3 juta rumah, dan tentunya, program pemberdayaan.

"Siswanya lulus SMA, keluarganya naik kelas. Tidak lagi bergantung pada bansos, tapi pemberdayaan. Semangat?," tanya Gus Ipul membakar semangat.

"Semangat!" sahut seluruh orang tua siswa serentak, mengakhiri dialog dengan energi yang membara.

Namun begitu, ada satu momen paling mengharukan di tengah acara. Saat Gus Ipul memimpin para siswa untuk memberikan hormat kepada orang tua mereka masing-masing.

"Siapapun orang tuamu, semuanya harus dihormati dan disayangi. Sekolah Rakyat mewajibkan siswanya untuk menghormati orang tuanya," tegasnya sekali lagi.

Di sisi lain, Gus Ipul menegaskan dengan sangat jelas tentang asal-usul peserta didik. Mereka adalah anak-anak dari keluarga yang masuk dalam desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional. Semuanya berdasarkan data, tidak ada sistem titipan.

"Tidak boleh ada titipan, semua basisnya adalah data. Semua yang ada disini hanya untuk keluarga istimewa," ucapnya tegas.

Ia pun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pendamping yang telah turun langsung mendata dan memverifikasi calon peserta didik dengan teliti. "Terima kasih telah mendata dengan baik, bapak ibu mereka lah yang datang langsung ke rumah bapak dan ibu semua," urainya.

Namun, ia kembali mengingatkan, pelanggaran seperti menerima titipan akan berujung pada sanksi. Tak lupa, ucapan terima kasih juga ditujukan kepada para Tagana yang bertugas sebagai petugas keamanan di Sekolah Rakyat. "Jaga dengan baik anak-anak kita ya," pinta Gus Ipul.

SRT 47 Malang sendiri termasuk dalam pembangunan 1C dan sudah beroperasi sejak 30 September 2025. Sekolah ini menampung dua jenjang pendidikan, SD dan SMA, dalam empat rombongan belajar. Tiga rombel untuk SMA dengan 66 siswa, dan satu rombel SD dengan 25 siswa.

Dialog pun ditutup dengan doa yang dipimpin oleh salah satu orang tua siswa. Doa itu berisi harapan agar anak-anak mereka sukses, membanggakan keluarga dan negara, serta harapan besar agar SRT 47 Malang tumbuh menjadi sekolah yang unggul dan bermartabat.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar