Ida Fauziyah berpendapat donor darah merupakan kegiatan teramat penting, yang benar-benar berarti “nyawa” bagi kehidupan seseorang. Melalui donor darah, sadar atau tidak sadar, telah terjadi simbiosis mutualisme antara pendonor dengan penerima donor.
"Setiap tetes darah yang kita sumbangkan tidak hanya dapat memberikan kesempatan hidup bagi yang menerima tetapi juga memberikan manfaat kesehatan bagi pendonornya, " katanya.
Ida Fauziyah mengatakan beragam kegiatan sosial tersebut menandakan Dharma Wanita Persatuan merupakan ibu-ibu hebat yang selalu konsisten turut berkontribusi untuk kemajuan bangsa. "Insya Allah kegiatan ini merupakan berkah tali kasih bagi kita semua dan semoga amal baik bapak dan ibu semua mendapatkan balasan yang setimpal dari
Yang Maha kuasa Allah SWT, " ujarnya.
Menaker Ida menilai Hari Ibu merupakan peringatan untuk mengenang serta menghargai jasa perempuan Indonesia yang telah berkontribusi tidak hanya mendidik para generasi bangsa pada antar masa dan berjuang untuk melahirkan. Namun juga menjadi penggerak dalam perjuangan Indonesia didalam meraih kemerdekaan.
"Oleh sebab itu sebagai bangsa yang besar kita harus selau berterimakasih dan mengingat jasa ibu dalam mendidik kita sehingga menjadi orang yang bermanfaat dan mampu berkontribusi untuk bangsa, " katanya.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: jakarta.suaramerdeka.com
Artikel Terkait
Jadwal Imsak dan Salat untuk Warga Medan Besok, 27 Februari 2026
Fiorentina Lolos Dramatis Usai Dihajar Hattrick Mazurek di Liga Konferensi Eropa
Gubernur Kaltim Jelaskan Mobil Dinas Rp8,5 Miliar Ditempatkan di Jakarta
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Semarang Hari Ini, 27 Februari 2026