Penunjukan Prof. Arif Satria sebagai Kepala BRIN akhirnya resmi. Langkah ini dinilai banyak pihak sebagai angin segar untuk dunia riset dan inovasi di tanah air. Di tengah hiruk-pikuk tantangan global, ia punya tugas besar: mengarahkan bangsa ini menuju kemandirian yang sesungguhnya.
Bagi Arif Satria, kunci utamanya jelas: Indonesia harus berani menciptakan teknologinya sendiri. Tanpa itu, sulit rasanya bicara soal berdikari. "Satu-satunya jalan agar bangsa kita bisa benar-benar mandiri adalah dengan menguasai dan mengembangkan teknologi secara mandiri," tegasnya.
Ia tak berhenti di situ. Menurutnya, fondasi ekonomi masa depan akan bergeser sepenuhnya. Bukan lagi sekadar mengandalkan sumber daya alam, melainkan pada hasil pemikiran dan terobosan.
"Kekuatan ekonomi ke depan akan bertumpu pada inovasi dan kegiatan riset pengembangan, atau RnD," ujar Prof. Arif.
Oleh karena itu, ia menekankan bahwa BRIN tidak bisa bekerja sendirian. Perlu ada gerakan bersama yang masif. Kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dunia industri, akademisi, hingga pemerintah daerah mutlak diperlukan untuk mendorong iklim riset dan inovasi yang hidup dan aplikatif.
Nah, untuk menyimak penjelasan lengkapnya, Anda bisa menyaksikan langsung pernyataan Prof. Arif Satria dalam tayangan berikut ini.
Artikel Terkait
Jadwal Salat Makassar Kamis 7 Mei 2026: Subuh Pukul 04.44 Wita, Magrib Pukul 17.59 Wita
40 Rumah Sakit di Indonesia Kantongi Sertifikasi Syariah, Wamenkes Tegaskan Bersifat Inklusif
Menag: Borobudur Bukan Sekadar Warisan Budaya, Tapi Kitab Spiritual yang Hidup
Bajak Laut Somalia Gunakan Kapal Dhow UEA yang Dibajak sebagai Kapal Induk untuk Serang Kapal Lain