Jakarta Berduka: Pohon Tumbang Beruntun Tewaskan Satu Nyawa dan Lumpuhkan Layanan Publik

- Jumat, 21 November 2025 | 05:48 WIB
Jakarta Berduka: Pohon Tumbang Beruntun Tewaskan Satu Nyawa dan Lumpuhkan Layanan Publik

Jakarta diguncang serangkaian insiden pohon tumbang belakangan ini. Tak main-main, dampaknya bervariasi dari sekadar kerusakan materiil hingga yang paling tragis: merenggut nyawa.

Menurut pantauan di lapangan, Kamis (20/11) menjadi hari yang cukup kelam. Hujan deras disertai angin kencang disebut-sebut sebagai biang kerok di balik rentetan kejadian ini.

Pohon Besar Tumbang, Pagar Deplu dan Konstruksi MRT Jadi Korban

Di Jalan Sisingamangaraja, dekat Bundaran Senayan, Jakarta Selatan, sebuah pohon berukuran besar rubuh. Lokasinya persis di depan kantor Departemen Luar Negeri.

"Itu (pohon tumbang) lokasinya di Jalan Sisingamangaraja ya depan kantor Deplu dekat Bundaran Senayan," jelas AKBP Robby Hefados dari Ditlantas Polda Metro Jaya.

Robby memastikan tidak ada korban jiwa atau luka dalam insiden ini. Meski begitu, kerusakan material cukup signifikan. Penyebab pasti pohon itu tumbang masih diselidiki.

"Hanya kerusakan materiil saja. Pohonnya mengenai pagar Deplu sama konstruksi dari MRT, tepatnya di bagian atapnya," ucap dia.

Dia juga menambahkan, "Iya, sempat kena mobil juga. Tapi aman, cuma kena ranting-ranting. Mobilnya baik-baik saja, tidak ada korban jiwa."

Kejadian ini sempat bikin layanan MRT Jakarta terganggu. Tapi jangan khawatir, pihak MRT bergerak cepat. Layanan operasional rute Stasiun Lebak Bulus hingga Bundaran HI dikabarkan sudah normal kembali sejak pukul 16.15 WIB sore harinya.

Rendy Primartantyo, Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta, mengonfirmasi pemulihan layanan tersebut.

Gara-gara Pohon Tumbang di Cawang, Lalu Lintas Sempat Kacau

Masih di hari yang sama, tapi lokasinya pindah ke Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur. Sebuah pohon yang tercerabut sampai ke akarnya tumbang dan menutupi jalan. Dampaknya lumayan parah.

Pohon itu tak hanya menutupi jalan, tapi juga menjatuhkan tiang listrik dan menimpa tiga mobil yang kebetulan melintas atau terparkir di sana.

AKBP Riefki Indra Barata Manggala dari Polres Metro Jakarta Timur menegaskan, untungnya tidak ada korban jiwa atau luka-luka. "Sekitar tiga kendaraan tertimpa," katanya singkat saat ditemui di lokasi kejadian.

Riefki menduga, hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan Jakarta Timur jadi penyebab utama. Akibatnya, layanan transportasi umum, terutama Transjakarta untuk beberapa koridor dan rute, sempat mengalami gangguan yang cukup berarti.

Kronologi Sawah Besar: Dua Mobil Hancur, Kerugian Capai Rp 150 Juta

Insiden serupa ternyata sudah terjadi sebelumnya. Pada 14 November lalu, di Jalan DR. Wahidin Raya, Kelurahan Pasar Baru, Sawah Besar, sebuah pohon besar tumbang.

“Pohonnya besar banget. Dua mobil tertimpa,” kenang Muhammad Yohan dari BPBD Jakarta.

Runtuhan pohon itu tak hanya menghancurkan dua mobil, tapi juga merobohkan kabel listrik dan satu lampu PJU. Syukurlah, tidak ada korban jiwa.

Bambang Wijaksa, Chief Security Kantor Kementerian Keuangan yang menjadi saksi mata, memuji penanganan tim yang cepat. “Kejadiannya pada saat hujan dan cepat ditangani oleh Distamhut,” ujarnya.

Kerugian material dari peristiwa ini diperkirakan mencapai angka yang fantastis: Rp 150 juta.

Korban Jiwa Akhirnya Berjatuhan di Pondok Indah

Dari semua insiden, yang paling menyayat hati terjadi pada 26 Oktober lalu. Sebuah mobil Lexus di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, tertimpa pohon palem setinggi 15 meter. Pengemudinya, seorang pria berusia sekitar 50 tahun, tewas di tempat.

“Korban 1 orang laki-laki usia kurang lebih 50 tahun meninggal dunia,” kata M Yohan dari BPBD Jakarta dengan berat.

Korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Pondok Indah. Pohon palem dengan diameter 60 cm itu disebut tumbang akibat kombinasi hujan deras dan angin kencang yang menggila. Sebuah akhir yang tragis dan mengingatkan kita semua akan betapa tak terduganya alam.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar