Di tengah geliat usaha mikro dan kecil, ada cerita menarik dari Jakarta Selatan. Naeka, sebuah brand modest fashion, berhasil melebarkan sayapnya hingga ke pasar global. Produk mukena premiumnya kini tak hanya dikenal di dalam negeri, tapi juga sampai ke Singapura, Malaysia, Kanada, bahkan Senegal. Kisah ini jadi salah satu bukti nyata bagaimana dukungan yang tepat bisa mendorong UMKM naik kelas.
Naeka punya ciri khas yang kuat. Mukena mereka fokus pada motif bunga dengan warna-warna pastel yang lembut. Bahannya sendiri dipilih yang premium, seperti silk, sehingga terasa ringan, halus, dan sejuk di kulit. Hasilnya? Tampilan yang elegan tanpa mengorbankan kenyamanan saat beribadah.
Permintaan yang terus naik akhirnya mendorong Eka Budi Utami, sang pemilik, untuk mengambil langkah besar. Di penghujung 2020, dia memutuskan membangun konveksi sendiri. Semua proses produksi kini dikerjakan secara in-house. Tujuannya jelas: menjaga kualitas agar tetap konsisten. Saat ini, usahanya itu sudah menyerap tenaga kerja sebanyak 15 orang.
“Awalnya, Naeka berdiri di akhir November 2019. Ide dasarnya sederhana, saya dan co-founder ingin membangun bisnis yang memberi keberkahan, jadi bekal untuk akhirat nanti,” ujar Eka.
“Akhirnya kami terjun di modest fashion, khususnya mukena printing berbahan silk. Kami mulai dari nol, promosi lewat e-commerce dan ikut bazaar di mal-mal, bahkan di masa pandemi sekalipun,” tambahnya.
Dan uniknya, justru di masa sulit itu bisnis Naeka malah tumbuh. Itulah yang kemudian memperkuat tekad Eka untuk memiliki konveksi sendiri. Dengan mengendalikan seluruh produksi, dia merasa lebih tenang. Kualitas produk bisa diawasi langsung dari hulu ke hilir.
Pemasaran produknya dilakukan lewat banyak jalur. Ada toko fisik, berbagai marketplace online, sampai mengikuti bazaar. Untuk urusan transaksi, Naeka memanfaatkan layanan perbankan seperti QRIS dan EDC dari BRI. Praktis, proses jual-beli jadi lebih lancar.
Menurut Eka, kepuasan pelanggan adalah bahan bakar utama bisnisnya. Melihat pelanggan setia membeli ulang dan memakai produk Naeka, itu memberi kepuasan batin yang luar biasa.
“Tagline kami ‘ibadah semakin mudah bersama Naeka’. Itu yang selalu kami pegang. Kami berusaha terus berinovasi, menghasilkan produk yang tidak hanya berkualitas dan cantik, tapi juga sesuai syariat,” jelasnya.
Di sisi lain, perkembangan Naeka juga tak lepas dari program pemberdayaan. Mereka aktif memanfaatkan Rumah BUMN BRI dan platform LinkUMKM. Dari sana, Eka mengaku dapat banyak ilmu baru, mulai dari cara mengelola bisnis hingga strategi pemasaran. Akses promosinya pun jadi lebih luas.
Partisipasi di berbagai event, seperti bazaar di Bandara Soekarno-Hatta dan beberapa kementerian, turut menyokong popularitas brand. Eksposur yang meningkat otomatis mendongkrak angka penjualan.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, melihat kisah Naeka sebagai contoh yang inspiratif. Baginya, ini menunjukkan bahwa pengusaha UMKM punya potensi besar untuk go international.
“Naeka membuktikan bahwa diferensiasi produk adalah kunci utamanya. Di tengah persaingan yang semakin ketat, produk yang unik akan menang. Melalui LinkUMKM, kami berusaha menghadirkan ekosistem belajar dan pendampingan agar pengembangan usaha bisa lebih terarah,” tutur Dhanny.
Platform LinkUMKM sendiri, hingga Maret 2026, telah digunakan oleh lebih dari 15,5 juta UMKM. Fitur-fitur terintegrasi dan ratusan modul pembelajarannya dirancang untuk membantu meningkatkan kapasitas, memperluas jaringan pasar, dan akhirnya mempercepat proses naik kelas. Harapannya, akan semakin banyak lagi cerita sukses seperti Naeka yang bermunculan.
Artikel Terkait
Tiket Ludes H-3, Antusiasme Suporter PSM Makassar Meledak Jelang Laga Kandang
Ibu Korban Peluru Nyasar di Gresik Tangis di Hadapan DPRD Jatim
Bayern Munich Hadapi Real Madrid di Allianz Arena dengan Modal Agregat Tipis
Polisi Kukar Gagalkan Peredaran 1,5 Kg Sabu, Selamatkan 15.000 Orang dari Jerat Narkoba