Mardiansyah Semar, sang Ketua Umum Rampai Nusantara, punya pandangan yang cukup tegas soal gugatan ijazah Jokowi yang digaungkan Bonjowi. Menurutnya, aksi organisasi Bongkar Ijazah Jokowi itu tak lebih dari sekadar gimmick belaka. Gimmick politik, tepatnya.
Dalam penampilannya di program Interupsi, Kamis malam lalu, Mardiansyah tak ragu menyuarakan kecurigaannya. Ia meyakini betul bahwa tudingan ijazah palsu yang digembar-gemborkan sejak beberapa bulan terakhir ini punya irisan yang kuat dengan kepentingan politik tertentu. "Sekarang muncul Bonjowi nih," ujarnya. "Bonjowi masuk ke Surakarta lagi, menanyakan informasi yang akhirnya memang targetnya itu bukan soal untuk meng-clear-kan. Justru ingin membuat gimmick-gimmick baru."
Di sisi lain, ia melihat fenomena ini dari sudut yang unik. Isu selembar ijazah itu, baginya, justru telah berubah menjadi semacam 'berkah' bagi banyak kalangan. Terutama bagi mereka yang haus panggung dan sorotan publik.
"Banyak juga orang yang menikmati panggung-panggung, karena isunya bombastis, ya soal ijazah," tuturnya lagi.
Meski begitu, Mardiansyah tetap mencoba bersikap adil. Ia mengakui dan menghargai langkah hukum yang ditempuh Bonjowi dengan mendatangi Komisi Informasi Pusat. Bagaimanapun, hak untuk memperoleh informasi adalah hak setiap warga negara.
Hanya saja, ada nada skeptis yang masih tersisa. "Cuma maksud saya, memang ini seolah dibuat menjadi sesuatu yang bombastis, yang sebenarnya biasa saja," pungkasnya. "Nah, inilah yang saya bilang dari tadi bahwa Pak Jokowi membawa berkah."
Artikel Terkait
Puluhan Dapur Makan Bergizi Gratis di Jombang Berhenti Beroperasi Akibat Dana Operasional dari BGN Mandek
Timnas Indonesia Tutup FIFA Matchday Juni 2026 dengan Kemenangan Sempurna, Taklukkan Mozambik 1-0
WNA Singapura Ditemukan Tewas di Apartemen Batam Center, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
Timnas Putri Indonesia Ditahan Imbang Kamboja di Laga Penutup FIFA Matchday