Amuk Parang di Keramaian Rantau, Satu Warga Terluka Parah

- Rabu, 19 November 2025 | 19:20 WIB
Amuk Parang di Keramaian Rantau, Satu Warga Terluka Parah
Insiden Penyerangan Parang di Depan Kantor Pegadaian Rantau, Satu Orang Terluka

Insiden Penyerangan Parang di Depan Kantor Pegadaian Rantau, Satu Orang Terluka

Suasana ramai di depan Kantor Pegadaian Kecamatan Rantau, Kabupaten Tapin, berubah mencekam pada Selasa (18/11/2025) siang, menyusul aksi penyerangan menggunakan parang yang nyaris merenggut nyawa.

TAPIN – Sebuah perkelahian brutal yang terjadi di kawasan ramai depan Kantor Pegadaian Kecamatan Rantau, Kabupaten Tapin, pada Selasa (18/11/2025) sekitar pukul 11.00 Wita, menciptakan kepanikan massal. Insiden ini berujung pada seorang pria dikejar dan ditebas berulang kali dengan sebilah parang oleh pelaku.

[VIDEO: Rekaman kejadian menunjukkan korban berusaha melarikan diri dari kejaran pelaku di antara kerumunan warga dan pedagang]

Korban, yang dikenal dengan panggilan Jali Kribo, berusaha menyelamatkan diri dengan berlari menyusuri deretan kios pedagang. Nasib nahas menimpanya saat ia tersandung dan jatuh. Dalam posisi tak berdaya, pelaku berinisial GD justru semakin beringas, menghujani tubuh korban dengan tebasan parang tanpa ampun.

Kondisi Tak Terkendali: Aksi brutal itu membuat warga yang menyaksikan menjauh ketakutan, khawatir menjadi sasaran berikutnya. Seorang satpam yang berada di lokasi pun dilaporkan tidak mampu menghentikan amuk pelaku. Teriakan histeris memenuhi udara, sementara upaya beberapa pedagang untuk menjerit meminta penghentian aksi tidak diindahkan.

Meski mengalami luka parah, terutama di bagian kepala, korban masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan saat dievakuasi menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Datu Sanggul. Petugas medis langsung memberikan penanganan darurat untuk menghentikan pendarahan dan menstabilkan kondisi Jali Kribo.

Di sisi lain, pelaku GD berhasil diamankan oleh pihak kepolisian tak lama setelah kejadian. Sumber informasi awal dari sejumlah warga di lokasi menyebutkan, insiden berdarah ini dipicu oleh dugaan korban yang merayu istri pelaku.

Pernyataan Resmi Kepolisian: "Pelaku telah kami amankan dan proses penyidikan intensif sedang kami lakukan. Untuk motif pasti, kami masih mendalami dan menunggu hasil pemeriksaan lanjutan terhadap pelaku serta para saksi. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuat spekulasi yang dapat mengganggu proses hukum," kata seorang perwira polisi yang bertugas.

Insiden ini menyisakan trauma bagi warga setempat dan menjadi catatan kelam tentang eskalasi konflik pribadi di ruang publik. Masyarakat berharap aparat keamanan dapat meningkatkan intensitas patroli, khususnya di kawasan keramaian pada jam sibuk, untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar