Landskap Geopolitik: Motivasi Saudi Mengakuisisi F-35
Permintaan Arab Saudi terhadap F-35 tidak dapat dipisahkan dari pertimbangan strategis yang lebih luas:
Modernisasi Arsenal Pertahanan: Sebagai bagian dari Visi Saudi 2030, modernisasi sektor pertahanan menjadi prioritas untuk mengurangi ketergantungan pada minyak dan membangun kapabilitas pertahanan mandiri.
Dinamika Keamanan Regional: Peningkatan kemampuan militer Iran dan perluasan pengaruhnya di Yaman, Suriah, dan Lebanon menciptakan kebutuhan bagi Saudi untuk menjaga balance of power di kawasan.
Operasi Militer di Yaman: Keterlibatan Saudi dalam konflik Yaman melawan pemberontak Houthi yang didukung Iran memerlukan superioritas udara yang tidak dapat diganggu gugat.
Kompetisi Regional: Dengan negara-negara seperti Uni Emirat Arab dan Qatar juga memperkuat kemampuan udara mereka, Saudi berusaha mempertahankan posisinya sebagai kekuatan udara dominan di Teluk.
Implikasi Strategis bagi Keseimbangan Kekuatan Regional
Akuisisi F-35 oleh Arab Saudi akan secara signifikan mengubah kalkulasi keamanan di Timur Tengah. Kemampuan siluman F-35 memberikan keunggulan kualitatif yang dapat mempengaruhi deterrence strategy terhadap aktor-aktor negara dan non-negara di kawasan.
Namun, pakar pertahanan mengingatkan bahwa integrasi sistem senjata canggih semacam F-35 memerlukan tidak hanya infrastruktur fisik yang memadai, tetapi juga pengembangan sumber daya manusia, doktrin operasional baru, dan sistem logistik yang kompleks - proses yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mencapai kapabilitas operasional penuh.
Laporan investigasi ini disusun berdasarkan analisis dokumen kebijakan pertahanan dan wawancara dengan pakar keamanan internasional. Nama sumber tidak dicantumkan untuk melindungi identitas mereka.
Artikel Terkait
Megawati Resmikan Institut Pancasila di Tengah Kemeriahan HUT PDIP
Gesekan PSI-Demokrat Terbuka, Ade Armando Tuding Roy Suryo Dijalankan Partai
Kemenkes Buka Pintu Donasi Alkes untuk Korban Bencana Sumatera
KPK Sita Rp 6 Miliar dalam OTT Pajak, Libatkan Perusahaan Tambang