Megawati Resmikan Institut Pancasila di Tengah Kemeriahan HUT PDIP

- Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:06 WIB
Megawati Resmikan Institut Pancasila di Tengah Kemeriahan HUT PDIP

Suasana di Beach City International Stadium Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (10/1) lalu, cukup meriah. Ribuan kader memadati tempat itu untuk Rakernas I dan perayaan HUT ke-53 PDIP. Di tengah acara, ada momen yang cukup mencuri perhatian: Megawati Soekarnoputri menandatangani akta notaris untuk pendirian Megawati Institute.

Penandatanganan itu disaksikan langsung oleh sejumlah petinggi partai, seperti Darmadi Durianto dan Olly Dondokambey, di hadapan para kader yang hadir.

Lembaga ini, yang digagas Megawati, disebut-sebut sebagai wadah pemikiran. Fokusnya pada pengembangan ideologi Pancasila 1 Juni 1945. Menariknya, Megawati Institute bukan cuma untuk kalangan internal partai. Lembaga nonprofit ini juga terbuka untuk menampung pemikiran cendekiawan independen.

Kini, yang bakal memimpin institut tersebut adalah Hilmar Farid, mantan Dirjen Kebudayaan.

Potong Tumpeng dan Sidang Politik

Agenda hari itu tentu saja bukan cuma soal penandatanganan. Intinya adalah peringatan 53 tahun partai, yang dirayakan dengan simbol khas: pemotongan tumpeng raksasa.

Megawati tampak memegang pisau besar, memotong tumpeng di depan ribuan pasang mata. Dia didampingi putranya, Prananda Prabowo, Sekjen Hasto Kristiyanto, dan Olly Dondokambey.

Setelah dipotong, tumpeng itu lalu dibagikan. Beberapa tokoh mendapat bagian khusus dari Ketum PDIP itu. Kakaknya, Guntur Soekarnoputra, Gubernur DKI Pramono Anung, hingga Rano Karno, menerima langsung dari tangan Megawati. Mereka pun kemudian dipersilakan memilih lauk pendampingnya.

Di sisi lain, Rakernas ini sendiri jelas bukan sekadar seremoni. Menurut Sekjen Hasto Kristiyanto, pertemuan itu dihadiri pengurus dari pusat sampai daerah.

"Rakernas ini akan membahas sikap politik partai, termasuk jawaban atas berbagai persoalan geopolitik, krisis ekologis, korupsi, persoalan ekonomi, penegakan hukum, hingga program internal dan tanggung jawab kerakyatan partai,"

ujar Hasto dalam keterangannya sehari sebelumnya.

Enam Kader Dapat Kehormatan Tertinggi

Masih ada lagi acara penghargaan. Enam tokoh yang dinilai sebagai Kader Pelopor mendapat medali dan penghargaan Leit Star. Mereka dianggap punya kontribusi besar untuk partai.

Daftar penerimanya cukup beragam. Mulai dari Rachmat Hidayat (NTB), Ribka Tjiptaning, mantan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, Adi Wijaya (DKI), Komarudin Watubun, hingga Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra.

Prosesi penyematan berlangsung khidmat. Megawati sendiri yang mengalungkan medali kepada keenamnya, satu per satu. Usai itu, Prananda Prabowo maju untuk menyematkan Pin Kader Pelopor.

Dalam pidatonya, Megawati menyempatkan bicara soal penghargaan ini. Dia mengucapkan terima kasih yang mendalam. Rupanya, di antara para penerima medali, ada orang-orang yang sudah menemani perjuangannya sejak masa-masa sulit dulu.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar