Alasan Program Makanan Bergizi Tidak Melibatkan Ahli Gizi
Program pemberian makanan dengan klaim bergizi ternyata tidak melibatkan ahli gizi dalam pelaksanaannya. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas dan tujuan sebenarnya dari program tersebut.
Konsep Program yang Berorientasi Proyek
Dari awal perencanaan, program ini didesain sebagai proyek dengan alokasi dana sangat besar. Fokus utamanya adalah pembagian dana kepada berbagai pihak yang terlibat, bukan pada kualitas nutrisi makanan yang diberikan.
Mekanisme Penunjukan Penyedia Layanan
Program ini menunjuk berbagai dapur atau penyedia layanan makanan. Dalam praktiknya, yang pertama mendaftar dan mendapat jatah adalah keluarga-keluarga yang memiliki koneksi politik di tingkat daerah, termasuk kerabat pejabat legislatif dan eksekutif.
Motif Bisnis dalam Pelaksanaan
Setiap penyedia layanan mendapatkan kuota harian tertentu. Karena dianggap sebagai bisnis, fokus utama mereka adalah mencari keuntungan dengan memaksimalkan margin dari setiap porsi makanan yang disediakan.
Mengapa Ahli Gizi Tidak Diperlukan?
Kehadiran ahli gizi justru dianggap menghambat karena dapat menuntut standar kualitas yang lebih tinggi. Hal ini akan mengurangi potensi keuntungan yang bisa diperoleh penyedia layanan.
Dampak Jangka Panjang Program
Dengan anggaran yang sangat besar dan jangka waktu pelaksanaan yang panjang, program ini berpotensi menghabiskan dana negara tanpa memberikan manfaat optimal bagi penerima manfaat.
Alternatif Solusi yang Lebih Efektif
Sebagai perbandingan, pemberian mandat kepada komunitas sekolah dengan melibatkan orang tua murid dapat menjadi solusi yang lebih tepat. Pendekatan ini memastikan makanan disiapkan dengan perhatian dan kasih sayang untuk anak-anak sendiri.
Dengan melibatkan masyarakat langsung, program dapat lebih terarah pada tujuan mulia meningkatkan gizi generasi muda, bukan sekadar menjadi proyek pembagian dana.
Artikel Terkait
Sidang Pailit PSM Ditunda, Manajemen Klub Absen di Pengadilan Niaga Makassar
BMKG Prediksi Cuaca Cerah Berawan di Makassar Sepanjang 18 April 2026
Diskominfo Tebing Tinggi Digeledah Polda Sumut Usai OTT Pejabat
Masyarakat Sipil Temui KWI, Soroti Krisis Moral dan Hukum dalam Tata Kelola Negara