Alasan Program Makanan Bergizi Tidak Melibatkan Ahli Gizi
Program pemberian makanan dengan klaim bergizi ternyata tidak melibatkan ahli gizi dalam pelaksanaannya. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas dan tujuan sebenarnya dari program tersebut.
Konsep Program yang Berorientasi Proyek
Dari awal perencanaan, program ini didesain sebagai proyek dengan alokasi dana sangat besar. Fokus utamanya adalah pembagian dana kepada berbagai pihak yang terlibat, bukan pada kualitas nutrisi makanan yang diberikan.
Mekanisme Penunjukan Penyedia Layanan
Program ini menunjuk berbagai dapur atau penyedia layanan makanan. Dalam praktiknya, yang pertama mendaftar dan mendapat jatah adalah keluarga-keluarga yang memiliki koneksi politik di tingkat daerah, termasuk kerabat pejabat legislatif dan eksekutif.
Motif Bisnis dalam Pelaksanaan
Setiap penyedia layanan mendapatkan kuota harian tertentu. Karena dianggap sebagai bisnis, fokus utama mereka adalah mencari keuntungan dengan memaksimalkan margin dari setiap porsi makanan yang disediakan.
Artikel Terkait
Pramono Anung Tegaskan JPO Sarinah Akan Dibangun Kembali, Utamakan Akses Difabel
Indonesia dan Turki Sepakati Aksi Nyata, Dari Gaza hingga Industri Pertahanan
Prajurit Gugur di Nduga, Ayah Banggakan Tekad Baja Anaknya yang Tak Pernah Menyerah
Megawati Bikin Heboh, Nyanyikan Cinta Hampa di Panggung Rakernas PDIP