Mengapa Ahli Gizi Disingkirkan dari Program Makanan Bergizi? Ini 5 Fakta di Baliknya

- Selasa, 18 November 2025 | 10:20 WIB
Mengapa Ahli Gizi Disingkirkan dari Program Makanan Bergizi? Ini 5 Fakta di Baliknya

Alasan Program Makanan Bergizi Tidak Melibatkan Ahli Gizi

Program pemberian makanan dengan klaim bergizi ternyata tidak melibatkan ahli gizi dalam pelaksanaannya. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas dan tujuan sebenarnya dari program tersebut.

Konsep Program yang Berorientasi Proyek

Dari awal perencanaan, program ini didesain sebagai proyek dengan alokasi dana sangat besar. Fokus utamanya adalah pembagian dana kepada berbagai pihak yang terlibat, bukan pada kualitas nutrisi makanan yang diberikan.

Mekanisme Penunjukan Penyedia Layanan

Program ini menunjuk berbagai dapur atau penyedia layanan makanan. Dalam praktiknya, yang pertama mendaftar dan mendapat jatah adalah keluarga-keluarga yang memiliki koneksi politik di tingkat daerah, termasuk kerabat pejabat legislatif dan eksekutif.

Motif Bisnis dalam Pelaksanaan

Setiap penyedia layanan mendapatkan kuota harian tertentu. Karena dianggap sebagai bisnis, fokus utama mereka adalah mencari keuntungan dengan memaksimalkan margin dari setiap porsi makanan yang disediakan.

Mengapa Ahli Gizi Tidak Diperlukan?

Kehadiran ahli gizi justru dianggap menghambat karena dapat menuntut standar kualitas yang lebih tinggi. Hal ini akan mengurangi potensi keuntungan yang bisa diperoleh penyedia layanan.

Dampak Jangka Panjang Program

Dengan anggaran yang sangat besar dan jangka waktu pelaksanaan yang panjang, program ini berpotensi menghabiskan dana negara tanpa memberikan manfaat optimal bagi penerima manfaat.

Alternatif Solusi yang Lebih Efektif

Sebagai perbandingan, pemberian mandat kepada komunitas sekolah dengan melibatkan orang tua murid dapat menjadi solusi yang lebih tepat. Pendekatan ini memastikan makanan disiapkan dengan perhatian dan kasih sayang untuk anak-anak sendiri.

Dengan melibatkan masyarakat langsung, program dapat lebih terarah pada tujuan mulia meningkatkan gizi generasi muda, bukan sekadar menjadi proyek pembagian dana.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar