Ketegangan di Teluk Persia kembali memanas. Pemicunya? Pergerakan kapal induk AS, USS Abraham Lincoln, ke kawasan Timur Tengah. Menanggapi hal ini, Wakil Presiden Pertama Iran, Mohammad Reza Aref, tak ragu menyatakan negaranya siap siaga.
"Hari ini kita harus siap untuk keadaan perang," tegas Aref.
Namun begitu, ia juga menjelaskan posisi Teheran. "Strategi kita adalah kita tidak akan pernah memulai perang. Tapi jika itu dipaksakan, kita akan membela diri," ujarnya, seperti dilaporkan kantor berita resmi IRNA, Jumat lalu.
Pernyataan tegas itu ternyata dibarengi dengan pintu diplomasi yang masih terbuka. Aref menyebut Iran "siap" bernegosiasi dengan Washington. Hanya saja, kali ini dengan syarat. "Kali ini kita menginginkan jaminan," tambahnya, meski tanpa merinci lebih jauh jaminan seperti apa yang dimaksud.
Artikel Terkait
Piton Raksasa Telan Petani di Kebun, Ayah Tebas Ular dengan Parang
Politiser Tertipu Rp 226 Juta, Perempuan 72 Tahun Dituntut 2 Tahun Bui
Golkar Buka Peluang Bahas Usulan PAN Hapus Ambang Batas Parlemen
Aceh Beralih ke Fase Pemulihan, Gubernur Mualem Beri Instruksi Ketat