Ketegangan di Teluk Persia kembali memanas. Pemicunya? Pergerakan kapal induk AS, USS Abraham Lincoln, ke kawasan Timur Tengah. Menanggapi hal ini, Wakil Presiden Pertama Iran, Mohammad Reza Aref, tak ragu menyatakan negaranya siap siaga.
"Hari ini kita harus siap untuk keadaan perang," tegas Aref.
Namun begitu, ia juga menjelaskan posisi Teheran. "Strategi kita adalah kita tidak akan pernah memulai perang. Tapi jika itu dipaksakan, kita akan membela diri," ujarnya, seperti dilaporkan kantor berita resmi IRNA, Jumat lalu.
Pernyataan tegas itu ternyata dibarengi dengan pintu diplomasi yang masih terbuka. Aref menyebut Iran "siap" bernegosiasi dengan Washington. Hanya saja, kali ini dengan syarat. "Kali ini kita menginginkan jaminan," tambahnya, meski tanpa merinci lebih jauh jaminan seperti apa yang dimaksud.
Di sisi lain, dari Washington, Presiden Donald Trump mengonfirmasi bahwa "armada" militer AS lainnya sedang dalam perjalanan ke wilayah tersebut. Gerakan militer ini jelas memperkeruh suasana. Tapi anehnya, Trump juga masih menyisipkan harapan. Ia berharap Teheran dan Washington bisa mencapai suatu kesepakatan, meski situasi saat ini terasa sangat mencekam.
Ketegangan ini tak hanya jadi urusan dua negara. China pun angkat bicara dan menyoroti bahaya yang lebih luas. Duta Besar China untuk PBB, Fu Cong, memberikan peringatan keras di hadapan Dewan Keamanan PBB.
"Perilaku militer yang gegabah akan memiliki konsekuensi yang mengerikan," katanya pada Rabu waktu setempat.
Fu Cong menegaskan bahwa penggunaan kekerasan bukanlah solusi. Menurutnya, setiap tindakan petualangan militer hanya akan menjerumuskan kawasan Asia Barat ke dalam ketidakstabilan dan konsekuensi yang sulit diprediksi. Situasi sekitar Iran, katanya, telah menarik perhatian dunia karena ancaman perang yang kian nyata dan eskalasi yang mencemaskan.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi