Di sisi lain, dari Washington, Presiden Donald Trump mengonfirmasi bahwa "armada" militer AS lainnya sedang dalam perjalanan ke wilayah tersebut. Gerakan militer ini jelas memperkeruh suasana. Tapi anehnya, Trump juga masih menyisipkan harapan. Ia berharap Teheran dan Washington bisa mencapai suatu kesepakatan, meski situasi saat ini terasa sangat mencekam.
Ketegangan ini tak hanya jadi urusan dua negara. China pun angkat bicara dan menyoroti bahaya yang lebih luas. Duta Besar China untuk PBB, Fu Cong, memberikan peringatan keras di hadapan Dewan Keamanan PBB.
"Perilaku militer yang gegabah akan memiliki konsekuensi yang mengerikan," katanya pada Rabu waktu setempat.
Fu Cong menegaskan bahwa penggunaan kekerasan bukanlah solusi. Menurutnya, setiap tindakan petualangan militer hanya akan menjerumuskan kawasan Asia Barat ke dalam ketidakstabilan dan konsekuensi yang sulit diprediksi. Situasi sekitar Iran, katanya, telah menarik perhatian dunia karena ancaman perang yang kian nyata dan eskalasi yang mencemaskan.
Artikel Terkait
Piton Raksasa Telan Petani di Kebun, Ayah Tebas Ular dengan Parang
Politiser Tertipu Rp 226 Juta, Perempuan 72 Tahun Dituntut 2 Tahun Bui
Golkar Buka Peluang Bahas Usulan PAN Hapus Ambang Batas Parlemen
Aceh Beralih ke Fase Pemulihan, Gubernur Mualem Beri Instruksi Ketat