Ketegangan di Teluk Persia kembali memanas. Pemicunya? Pergerakan kapal induk AS, USS Abraham Lincoln, ke kawasan Timur Tengah. Menanggapi hal ini, Wakil Presiden Pertama Iran, Mohammad Reza Aref, tak ragu menyatakan negaranya siap siaga.
"Hari ini kita harus siap untuk keadaan perang," tegas Aref.
Namun begitu, ia juga menjelaskan posisi Teheran. "Strategi kita adalah kita tidak akan pernah memulai perang. Tapi jika itu dipaksakan, kita akan membela diri," ujarnya, seperti dilaporkan kantor berita resmi IRNA, Jumat lalu.
Pernyataan tegas itu ternyata dibarengi dengan pintu diplomasi yang masih terbuka. Aref menyebut Iran "siap" bernegosiasi dengan Washington. Hanya saja, kali ini dengan syarat. "Kali ini kita menginginkan jaminan," tambahnya, meski tanpa merinci lebih jauh jaminan seperti apa yang dimaksud.
Artikel Terkait
Polres Temanggung Sediakan Kopi Khas, Cukur Gratis, dan Cuci Motor untuk Pemudik
Korlantas Terapkan Contraflow di Tol Trans Jawa Antisipasi Puncak Arus Mudik
Warga Serpong Pilih Bersepeda 500 Km untuk Mudik ke Palembang
Sekutu AS Tolak Rencana Armada Perang di Selat Hormuz, Trump Kecewa