Nasionalisme Prabowo: Visi Baru atau Lanjutan Era Jokowi? Analisis Mendalam

- Minggu, 16 November 2025 | 08:25 WIB
Nasionalisme Prabowo: Visi Baru atau Lanjutan Era Jokowi? Analisis Mendalam
Nasionalisme Prabowo: Analisis Visi Baru atau Kelanjutan Era Jokowi?

Nasionalisme Prabowo: Visi Baru atau Warisan Politik Era Sebelumnya?

Indonesia menghadapi fase politik yang menentukan dengan pertanyaan mendasar tentang arah nasionalisme di bawah kepemimpinan baru. Masyarakat dan pengamat politik mempertanyakan apakah konsep nasionalisme yang ditawarkan merupakan terobosan segar atau melanjutkan pola yang telah ada.

Teori Gellner dan Tantangan Modernisasi

Menurut perspektif Ernest Gellner, nasionalisme seharusnya menjadi motor penggerak modernisasi suatu bangsa. Konsep ini menekankan pentingnya pembaruan birokrasi, penguatan institusi negara, dan implementasi kebijakan berbasis rasionalitas.

Dalam konteks ini, pemerintahan baru dihadapkan pada pilihan strategis antara melanjutkan program lama tanpa perubahan signifikan atau melakukan transformasi mendalam. Keberanian untuk memutus ketergantungan pada pola lama menjadi indikator penting kemandirian visi nasionalisme.

Konsep Komunitas Terbayang Anderson dalam Konteks Kekinian

Benedict Anderson menekankan bangsa sebagai komunitas yang dibayangkan bersama oleh seluruh rakyatnya. Namun dalam praktiknya, terdapat kekhawatiran bahwa arah pembangunan nasional masih didominasi oleh segelintir elite kekuasaan.

Pertanyaan kritis muncul mengenai sejauh mana partisipasi publik dalam membentuk visi kebangsaan. Ketika proses pengambilan keputusan didominasi kelompok tertentu, nasionalisme berpotensi kehilangan makna kolektifnya.

Tradisi yang Diciptakan Menurut Hobsbawm

Eric Hobsbawm mengingatkan bahwa banyak tradisi nasional sebenarnya diciptakan untuk memperkuat legitimasi politik. Fenomena penggunaan simbol-simbol nasionalisme dalam pemerintahan sebelumnya menjadi pembelajaran berharga.

Pemerintahan baru ditantang untuk tidak hanya melanjutkan tradisi yang ada, tetapi mampu mendefinisikan ulang substansi nasionalisme yang lebih relevan dengan kebutuhan kontemporer.

Masyarakat Menantikan Substansi Bukan Simbol

Setelah mengalami berbagai dinamika politik, masyarakat Indonesia semakin kritis terhadap implementasi nasionalisme dalam praktik nyata. Kebutuhan akan kepemimpinan yang berani mengambil langkah mandiri menjadi harapan banyak pihak.

Esensi nasionalisme sejati terletak pada kemampuan membangun kemandirian visi tanpa terikat secara berlebihan pada warisan politik masa lalu.

Penutup: Menuju Nasionalisme yang Mandiri

Berdasarkan kerangka teori nasionalisme klasik, dapat disimpulkan bahwa nilai nasionalisme suatu kepemimpinan diukur melalui kemampuannya menciptakan terobosan mandiri. Kemampuan memformulasikan visi kebangsaan yang orisinal dan kontekstual menjadi kunci penilaian sejarah.

Masa depan akan membuktikan apakah nasionalisme yang ditawarkan mampu menjawab tantangan zaman secara mandiri atau hanya menjadi bagian dari kontinuitas politik biasa.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar