Dia mengatakan bom pertama menargetkan dua gereja di desa tersebut, dan serangan kedua terjadi ketika orang-orang meninggalkan bangunan tersebut.
“Kebanyakan dari mereka dibunuh di luar area gereja saat mereka berlari melarikan diri,” ujarnya.
Perempuan dan anak-anak termasuk di antara mereka yang tewas dalam serangan itu, yang jadi lebih mematikan karena adanya kerumunan orang, katanya.
Baca Juga: Iran Revisi Jumlah Korban Tewas Akibat Ledakan di Peringatan Kematian Qasem Soleimani Jadi 84 Orang
Total jet itu menjatuhkan enam bom, katanya. “Mereka menargetkan kedua gereja tersebut, namun bom menghantam bagian luar kedua gereja tersebut dan mengenai beberapa rumah,” katanya.
Perangkat lain mendarat di dekat sekolah komunitas tersebut, tambahnya.
Media pemerintah mengatakan Minggu malam bahwa laporan serangan itu adalah "berita palsu", dan MRTV mengatakan tidak ada pesawat yang beroperasi di daerah tersebut pada saat itu.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: sinarharapan.co
Artikel Terkait
Netanyahu Perintahkan Persiapan Darurat Menghadapi Eskalasi dengan Iran
Trump Naikkan Tarif Global Jadi 15% Usai Dibatalkan Mahkamah Agung
Iran Tegaskan Hanya Diplomasi Solusi untuk Isu Nuklir, Peringatkan Konsekuensi Militer
Obama Tegaskan Tak Ada Bukti Kunjungan Alien ke Bumi Saat Ia Presiden