Fadli Zon Ziarah ke Makam Syekh Yusuf, Perkuat Diplomasi Budaya Indonesia-Afrika Selatan

- Sabtu, 01 November 2025 | 11:30 WIB
Fadli Zon Ziarah ke Makam Syekh Yusuf, Perkuat Diplomasi Budaya Indonesia-Afrika Selatan

Fadli Zon Ziarah ke Makam Syekh Yusuf Al-Makassari di Afrika Selatan, Perkuat Diplomasi Budaya

Menteri Kebudayaan Fadli Zon melakukan kunjungan kerja sekaligus ziarah ke makam Syekh Yusuf Al-Makassari di Macassar, Cape Town, Afrika Selatan, pada Jumat (31/10). Kunjungan ini merupakan bagian dari strategi diplomasi budaya Indonesia untuk mempererat hubungan bilateral dengan Afrika Selatan.

Rencana Pembangunan Rumah Budaya Indonesia Syekh Yusuf

Dalam kunjungan tersebut, kedua negara menyepakati rencana pembangunan Rumah Budaya Indonesia Syekh Yusuf di lahan seluas 2.000 meter persegi di sekitar kompleks makam. Fadli Zon menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan sejarah dan kebudayaan antara Indonesia dan Afrika Selatan.

Kunjungan ini dilakukan usai Fadli Zon menghadiri G20 4th Cultural Working Group Meeting dan G20 Culture Ministers Meeting di Zimbali Resort, Durban, Afrika Selatan, pada 28-30 Oktober 2025.

Profil Syekh Yusuf Al-Makassari: Bapak Islam Afrika Selatan

Syekh Yusuf Al-Makassari merupakan ulama dan pejuang asal Makassar yang lahir pada 1626 dengan nama Abadin Tadia Tjoessoep. Beliau adalah keponakan Raja Gowa Sultan Alauddin, raja pertama Gowa yang memeluk Islam pada 1603.

Syekh Yusuf dikenal sebagai pemimpin perlawanan terhadap penjajahan Belanda di Asia Tenggara. Setelah Makassar jatuh ke tangan VOC, beliau berlayar ke Banten pada 1664 dan menikah dengan putri Sultan Abdul Fatah Ageng Tirtayasa.

Karena kegigihannya melawan Belanda, Syekh Yusuf diasingkan ke Tanjung Harapan di Afrika Selatan pada 27 Juni 1693. Di tempat pengasingan di Zandvliet, Cape Town, beliau aktif berdakwah dan membentuk komunitas muslim pertama di Afrika Selatan, sehingga dijuluki sebagai "Bapak Islam Afrika Selatan".

Makna Historis dan Masa Depan Kerja Sama

Pembangunan Rumah Budaya Indonesia Syekh Yusuf akan dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan Kementerian Kebudayaan. Fasilitas ini direncanakan menjadi pusat kegiatan seni, budaya, dan interaksi antarkomunitas yang menanamkan nilai toleransi, spiritualitas, dan warisan Nusantara.

Fadli Zon menyatakan bahwa Syekh Yusuf Al-Makassari adalah jembatan peradaban antara Nusantara dan Afrika Selatan. Rumah budaya tersebut akan menjadi simbol persahabatan abadi kedua bangsa yang sudah terjalin sejak ratusan tahun lalu.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar