Baca Juga: Pemilihan Presiden Rusia Bakal Digelar 17 Maret 2024, Putin Belum Umumkan Kepastian Pencalonan Diri
Langkah tersebut tampaknya bertujuan untuk menciptakan insentif tambahan bagi orang asing yang memiliki pengalaman militer untuk mendaftar bergabung dengan militer Rusia.
Moskow tidak mempublikasikan data mengenai jumlah orang asing yang berperang di pihaknya di Ukraina.
Namun, Reuters telah melaporkan sebelumnya mengenai warga Kuba yang mendaftar militer dengan imbalan bonus yang setara dengan lebih dari 100 kali gaji bulanan rata-rata Kuba.
Baca Juga: Bakal Bahas Perang Israel Hamas hingga Masalah Minyak, Putin Tiba di Arab Saudi
Juga ada tiga warga Afrika yang direkrut oleh Wagner, dua di antaranya tewas dalam aksi tersebut.
Sebuah laporan intelijen AS yang tidak diklasifikasikan menilai bahwa perang di Ukraina telah menyebabkan 315.000 tentara Rusia tewas dan terluka.
Ini disebut hampir 90 persen dari personel yang dimiliki Rusia ketika konflik dimulai, sebuah sumber yang mengetahui intelijen tersebut mengatakan kepada Reuters bulan lalu.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: sinarharapan.co
Artikel Terkait
Iran Perkuat Armada Drone, AS Siagakan Pasukan di Ambang Ketegangan
Iran Ancam Hantam Jantung Tel Aviv Jika AS Berani Serang
Ledakan di Teheran Bukan Serangan, Tapi Ketegangan AS-Iran Makin Menderu
Latihan Tembak Iran dan Manuver AS: Selat Hormuz Kembali Jadi Ajang Adu Kekuatan