Serta tidak lagi sejalan satu sama lain atau homogen, demikian dilansir Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) pada hari Minggu.
Kim menyatakan pendekatan Pyongyang terhadap reunifikasi nasional berdasarkan satu bangsa dan satu negara dengan dua sistem.
Dan hal ini sangat bertentangan dengan penyatuan melalui penyerapan dan penyatuan di bawah demokrasi liberal.
Baca Juga: Jangan Panik, Berikut Tips yang Dapat Anda Lakukan Saat Barang Bawaan Tertinggal di Kereta Api
Pemimpin yang dijuluki supreme leader ini menyebut Korea Selatan saat ini merupakan negara bawahan kolonial yang politiknya benar-benar rusak.
Tak hanya itu, pertahanan serta keamanannya sepenuhnya bergantung pada Amerika Serikat.
Kim mengatakan Washington telah mengubah Seoul menjadi pangkalan militer dan gudang senjata nuklirnya.
Dan jumlah latihan militer gabungan antara AS, Korea Selatan, dan Jepang pada tahun 2023 meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun lalu.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: strategi.id
Artikel Terkait
Iran Perkuat Armada Drone, AS Siagakan Pasukan di Ambang Ketegangan
Iran Ancam Hantam Jantung Tel Aviv Jika AS Berani Serang
Ledakan di Teheran Bukan Serangan, Tapi Ketegangan AS-Iran Makin Menderu
Latihan Tembak Iran dan Manuver AS: Selat Hormuz Kembali Jadi Ajang Adu Kekuatan