Mayat-mayat telah menumpuk di Rumah Sakit Syuhada al Aqsa. Puluhan lainnya dilaporkan terluka, dan rumah-rumah telah hancur dalam serangan tersebut.
Orang-orang menggali reruntuhan untuk menemukan anggota keluarga mereka yang selamat maupun yang meninggal.
Hani Mahmoud, reporter Al Jazeera di Rafah, Gaza Selatan, melaporkan bahwa bom-bom dijatuhkan di atas rumah-rumah dan bangunan.
Lingkungan dan infrastruktur hancur, termasuk jalan yang merupakan akses keluar masuk ke kamp-kamp pengungsi.
“Kamp pengungsi Al Bureij juga dihantam semalam, sehingga dalam 12 jam terakhir ada sekitar 100 orang tewas. Sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak,” tambah Mamoud.
Kamp pengungsi Maghazi merupakan salah satu wilayah terpadat di tengah-tengah Jalur Gaza, kata Tareq Abu Azzoum dari Al Jazeera.
Dia mengatakan bahwa kamp tersebut adalah salah satu tempat yang sebelumnya telah diperintahkan oleh militer Israel kepada warga Palestina di Gaza untuk mengungsi.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: bicaraberita.com
Artikel Terkait
Macron Serukan Koalisi Kemerdekaan untuk Lawan Dominasi AS dan China
Iran Klaim Tembak Jatuh Dua Jet Tempur AS, Bantah Klaim Trump Soal Pertahanan Udara
Akademisi Soroti Troll Army sebagai Alat Baru Propaganda Politik di Era Digital
Trump Ancam Rebut Pulau Kharg, Ultimatum AS ke Iran Berakhir 6 April