Laga Eliminasi IBF Batal, Brandon Adams Dilarikan ke RS Sebelum Timbang Badan

- Sabtu, 11 April 2026 | 13:45 WIB
Laga Eliminasi IBF Batal, Brandon Adams Dilarikan ke RS Sebelum Timbang Badan

Berita buruk datang dari Las Vegas. Hanya beberapa jam sebelum sesi timbang badan, petinju kelas super welter Brandon Adams harus dilarikan ke rumah sakit. Kejadian ini memaksa pembatalan laga eliminasi IBF yang sedianya akan dia jalani melawan Caoimhin Agyarko, Sabtu (11/4).

Menurut laporan yang beredar, Adams mengalami nyeri dada dan sempat pingsan di kamar hotelnya pagi itu. Kondisinya langsung mendapat perhatian medis.

“Adams mengalami nyeri dada pagi ini dan pingsan di kamar hotelnya lalu dilarikan ke rumah sakit. Saat ini ia telah dirawat dan sedang menjalani evaluasi. Detail lebih lanjut akan menyusul,” jelas manajernya, Mark Habibi dari Wise Owl Boxing.

Habibi menggambarkan kekecewaan mendalam yang dirasakan Adams. Petinju berusia 36 tahun itu disebut telah memberikan segalanya selama kamp pelatihan. Impiannya untuk meraih kesempatan memperebutkan gelar juara dunia pun tertunda. Di sisi lain, Adams juga dikabarkan turut berempati pada Agyarko yang sudah jauh-jauh datang.

“Dia berharap dapat mewujudkan pertarungan ini segera setelah pulih,” tambah Habibi.

Adams sendiri sedang dalam momentum bagus. Ia baru mengamankan kemenangan angka telak atas Serhii Bohachuk pada September 2025, yang membuat rekornya kini menjadi 26 menang dan 4 kalah.

Namun begitu, kabar ini jelas pukulan telak bagi lawannya. Melalui unggahan di media sosial, Caoimhin Agyarko tak menyembunyikan perasaan sedih dan kecewanya.

“Pertama, saya berharap Brandon Adams baik-baik saja dan cepat pulih. Kedua, impian saya telah hancur. Saya telah mencurahkan segenap hati dan jiwa saya ke dalam kamp pelatihan dan pertarungan ini,” tulis petinju asal Irlandia itu.

Usianya yang masih muda tak mengurangi dedikasinya. Agyarko mengungkapkan betapa ia telah berlatih keras selama 14 minggu, jauh dari keluarga, dengan biaya persiapan yang mencapai ribuan dolar. Semua itu seakan menguap begitu saja.

“Sekarang saya tidak bisa mewujudkan impian Amerika saya. Saya tidak dibayar dan saya tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Namun yang saya tahu adalah bahwa saya akan menjadi juara dunia suatu hari nanti,” ujarnya penuh keyakinan.

Rupanya, tekadnya tak goyah. Agyarko mengaku sudah terbiasa menghadapi kemunduran dan kali ini pun tak akan menyerah. “Saya sedang terluka saat ini, tetapi saya akan segera kembali ke ring dan saya akan menjadi juara dunia,” tegasnya.

Catatan Agyarko masih bersih: 18 kemenangan tanpa kekalahan, dengan tujuh di antaranya berakhir dengan KO. Kemenangan angka atas Ishmael Davis di bulan September lalu semakin mengukuhkan posisinya. Sayang, jalan menuju puncak harus terhenti sementara oleh insiden yang tak terduga ini.

Kini, semua mata tertuju pada kondisi kesehatan Brandon Adams. Sementara Agyarko harus menelan pil pahit dan kembali menata strategi. Dunia tinju memang tak pernah lepas dari drama di luar ring.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar