Survei UnHerd mensurvei 1.012 pemilih tentang kebijakan luar negeri. Salah satu temuan yang paling mengejutkan adalah mayoritas generasi muda Inggris tidak percaya bahwa Israel seharusnya ada. Sebanyak 54 persen responden berusia 18-24 tahun berpendapat demikian, sementara hanya 21 persen yang tidak setuju.
Sentimen ini tercermin lebih lanjut dalam pertanyaan lain dari jajak pendapat tersebut, yang menanyakan siapa yang lebih patut disalahkan atas serangan militer Israel terhadap 2,2 juta warga Palestina di Gaza. Setengah dari responden menyalahkan pemerintah Israel, sementara hanya seperempat yang menganggap Hamas bertanggung jawab. Hanya 19 persen yang menanggapi dengan pandangan bahwa semua pihak sama-sama harus disalahkan.
Perubahan luar biasa dalam opini publik ini ditepis oleh UnHerd, sebuah media sayap kanan, dan menganggapnya sebagai salah satu tanda pengaruh TikTok. Alih-alih mengakui perlawanan terhadap serangan militer Israel di Gaza dan keterlibatan mereka dalam apa yang oleh banyak orang dianggap sebagai genosida, pemerintah negara-negara Barat dan media arus utama di kedua sisi Atlantik telah menjadikan raksasa media sosial ini sebagai kambing hitam, dan menggambarkan perubahan tersebut sebagai konspirasi Cina.
Media sosial seperti TikTok juga populer di kalangan tentara Israel karena menampilkan rekaman diri mereka yang menganiaya warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat yang diduduki, dan bahkan melakukan kejahatan perang. Video-video ini telah menjadi fitur kampanye militer Israel, mengungkap radikalisasi pasukan pendudukan dan dehumanisasi Israel terhadap warga Palestina.
UnHerd mengakui bahwa paparan luas mengenai kejahatan Israel di platform media sosial telah memainkan peran penting dalam membentuk opini generasi muda Inggris. Grafik “All Eyes on Rafah” yang dibuat AI disebut telah dibagikan lebih dari 44 juta kali di Instagram, dan konten pro-Palestina telah menjamur di TikTok.
TikTok membantah klaim bahwa platform media sosial Cina tersebut sengaja mempromosikan konten anti-Israel, dengan alasan sikap mayoritas penggunanya adalah anak muda.
Artikel Terkait
Indonesia Khawatir, Langkah Trump Cabut Diri dari 66 Organisasi Internasional Dinilai Ancam Stabilitas Global
Iran Siagakan 400 Unit Tempur, Waspadai Serangan AS-Israel di Tengah Gejolak Dalam Negeri
Kapal Tanker Rusia Disita AS, Moskow Balas dengan Kapal Perang
AS Akhirnya Meringkus Dua Kapal Tanker Armada Bayangan Venezuela