Program Inkubasi Industri Kecil dan Menengah (IKM) 2026 resmi digulirkan oleh Pemerintah Jawa Barat. Kali ini, mereka menggandeng dunia akademisi. Tujuannya jelas: menyiapkan pelaku usaha lokal agar tak cuma kuat di dalam negeri, tapi juga siap bersaing di kancah global.
Nining Yuliastiani, sang Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar, mengungkapkan bahwa ada 200 IKM yang akan terpilih untuk ikut serta. Mereka inilah yang nantinya akan menjalani program pendampingan intensif selama tiga bulan penuh.
Rangkaian fasilitasnya cukup komprehensif. Mulai dari diagnosis awal kesehatan bisnis, kelas-kelas mentoring soal manajemen dan pemasaran, hingga bantuan menyusun pitching deck yang menarik. Intinya, peserta akan dibekali dari hulu ke hilir.
Yang menarik, program ini juga melibatkan praktisi dan akademisi dari Science Techno Park (STP) Universitas Indonesia. Jadi, ilmunya bukan sekadar teori. Bahkan, ada fasilitasi untuk urusan sertifikasi penting seperti Halal, HKI merek, atau TKDN bagi yang membutuhkan. Ini poin krusial yang sering jadi kendala.
Sebagai pembuka, sebuah gelar wicara daring digelar pada Kamis, 25 Februari 2026. Acara itu menghadirkan Nining sendiri, CEO PT Sainsgo Karya Indonesia Yolla Miranda, dan Direktur STP UI Chairul Hudaya. Pesertanya beragam, dari pelaku IKM se-Jabar, asosiasi, hingga perwakilan dinas di tingkat daerah.
Artikel Terkait
Serangan Udara AS-Israel Hancurkan Rumah Sakit Anak dan Stasiun TV di Teheran
Ibas Peringatkan Dampak Konflik Iran-Israel-AS ke Stabilitas dan Ekonomi Indonesia
Menteri PPPA Apresiasi Respons Cepat Kemenpora Tangani Kasus Dugaan Pelecehan Atlet Panjat Tebing
Gubernur Pramono Anung: Jakarta Harus Punya Jiwa Betawi