Jabar Gandeng UI untuk Inkubasi 200 IKM Siap Ekspor

- Senin, 02 Maret 2026 | 21:40 WIB
Jabar Gandeng UI untuk Inkubasi 200 IKM Siap Ekspor

Program Inkubasi Industri Kecil dan Menengah (IKM) 2026 resmi digulirkan oleh Pemerintah Jawa Barat. Kali ini, mereka menggandeng dunia akademisi. Tujuannya jelas: menyiapkan pelaku usaha lokal agar tak cuma kuat di dalam negeri, tapi juga siap bersaing di kancah global.

Nining Yuliastiani, sang Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar, mengungkapkan bahwa ada 200 IKM yang akan terpilih untuk ikut serta. Mereka inilah yang nantinya akan menjalani program pendampingan intensif selama tiga bulan penuh.

Rangkaian fasilitasnya cukup komprehensif. Mulai dari diagnosis awal kesehatan bisnis, kelas-kelas mentoring soal manajemen dan pemasaran, hingga bantuan menyusun pitching deck yang menarik. Intinya, peserta akan dibekali dari hulu ke hilir.

Yang menarik, program ini juga melibatkan praktisi dan akademisi dari Science Techno Park (STP) Universitas Indonesia. Jadi, ilmunya bukan sekadar teori. Bahkan, ada fasilitasi untuk urusan sertifikasi penting seperti Halal, HKI merek, atau TKDN bagi yang membutuhkan. Ini poin krusial yang sering jadi kendala.

Sebagai pembuka, sebuah gelar wicara daring digelar pada Kamis, 25 Februari 2026. Acara itu menghadirkan Nining sendiri, CEO PT Sainsgo Karya Indonesia Yolla Miranda, dan Direktur STP UI Chairul Hudaya. Pesertanya beragam, dari pelaku IKM se-Jabar, asosiasi, hingga perwakilan dinas di tingkat daerah.

Dalam paparannya, Nining tak menutupi soal tantangan yang masih membelit. Kesenjangan kapasitas, kualitas yang belum seragam, sumber daya terbatas, dan daya saing yang kerap kalah dengan produk impor adalah masalah klasik.

"Kami ingin IKM di Jabar tidak hanya bertahan, tetapi naik kelas dan mampu mengakses pasar yang lebih luas," tegas Nining.

Ia melanjutkan, "Melalui kerja sama dengan STP UI, kami berharap IKM dapat terfasilitasi secara lebih terstruktur, baik dalam hal standardisasi, sertifikasi, hingga kesiapan ekspor." Pernyataan itu disampaikannya melalui keterangan tertulis pada Senin, 2 Maret 2026.

Menurutnya, upaya fasilitasi standarisasi ini memang sudah dilakukan secara konsisten setiap tahun. Namun begitu, program inkubasi 2026 ini dirancang untuk memberi sentuhan yang lebih mendalam. Fokusnya pada penguatan kapasitas manajerial agar lebih modern, termasuk lewat digitalisasi keuangan. Tak ketinggalan, pintu untuk menjajaki akses ke investor juga dibuka lebar.

Bagi yang tertarik, kesempatan masih terbuka. Pendaftaran dilakukan secara online mulai 26 Februari dan akan ditutup pada 17 Maret 2026. Sayangnya, tautan pendaftarannya tidak dapat ditampilkan di sini.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar