2. Bahasa Sebagai Jembatan:
Meskipun Bahasa Melayu adalah bahasa resmi, bahasa-bahasa lain seperti Mandarin, Tamil, dan Inggris juga diakui. Situasi ini menciptakan lingkungan di mana warga Singapura bisa berkomunikasi dalam beberapa bahasa, menciptakan jaringan sosial yang kuat.
3. Agama sebagai Pilar Kehidupan:
Keberagaman agama di Singapura menciptakan keragaman dalam ritual, perayaan, dan bangunan suci. Tempat ibadah berbagai agama dapat ditemui dengan mudah, menciptakan lanskap keagamaan yang inklusif.
4. Seni dan Pertunjukan Tradisional:
Pentas seni dan pertunjukan tradisional memainkan peran besar dalam memelihara dan mempromosikan warisan budaya. Festival budaya dan pementasan tradisional di berbagai tempat menciptakan kesempatan bagi masyarakat untuk merasakan keindahan seni tradisional.
5. Pakaian Tradisional yang Elegan:
Busana tradisional seperti baju kebaya (perempuan Melayu) dan baju kurung, saris India, dan qipao Tionghoa adalah gambaran hidup sehari-hari di Singapura. Pakaian ini bukan hanya sebagai simbol identitas etnis, tetapi juga ungkapan seni dan keanggunan.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: bogor.hallo.id
Artikel Terkait
Latihan Militer Tiga Negara di Afrika Selatan: Sinyal di Tengah Gejolak Global
Trump Klaim Hanya Moralitas Pribadi yang Bisa Menghentikannya
China Batasi Drama CEO Jatuh Cinta ke Si Miskin, Sebut Sebar Harapan Palsu
Indonesia Khawatir, Langkah Trump Cabut Diri dari 66 Organisasi Internasional Dinilai Ancam Stabilitas Global