Di Menara Kadin, Jakarta, suasana Jumat pagi itu terasa cukup optimis. Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menyampaikan pandangannya tentang prospek ekonomi nasional. Menurutnya, tahun 2026 bisa menjadi tahun yang menarik bagi Indonesia. Pertumbuhan ekonomi diproyeksikan melesat di atas 5 persen, bahkan menyentuh angka 5,4 persen.
"Proyeksinya cukup baik, 5 persenan di atas itu ada angka 5,4," ujar Anindya.
Angka itu, lanjutnya, bukan sekadar statistik belaka. Dalam pandangannya, capaian tersebut terbilang sangat baik jika dibandingkan dengan banyak negara lain yang tengah menghadapi dinamika global yang tak menentu. Optimisme ini punya dasar.
Meski begitu, Anindya tak menampik bahwa masih ada negara yang pertumbuhannya lebih cepat, seperti Vietnam dan India. Namun begitu, posisi Indonesia dinilainya tetap solid. Kekuatannya tidak cuma terletak pada pertumbuhan, tapi juga stabilitas inflasi yang terjaga. Kombinasi ini menjadi modal berharga.
"Kita mungkin hanya di bawah dari Vietnam sama India, tapi kita juga akan menuju ke sana. Tapi dibanding negara lain, baik daripada pertumbuhan juga inflasi, kita cukup baik," tuturnya.
Nah, dengan modal itulah, fokus Kadin tahun depan akan lebih tajam. Isu utamanya adalah pemerataan. Anindya menekankan, peran Kadin pusat adalah memperkuat ekonomi daerah dengan membantu kadin-kadin provinsi memberdayakan lokal. Ini penting, apalagi di tengah keterbatasan anggaran daerah atau APBD yang kerap menjadi kendala.
Di sisi lain, ada pekerjaan rumah lain yang juga krusial. Kadin berupaya agar likuiditas dari pusat benar-benar bisa turun ke lapangan. Ini ibarat jembatan yang menghubungkan dunia makroekonomi dengan realitas mikroekonomi yang dirasakan pengusaha kecil dan masyarakat.
Tak hanya itu, program-program pemerintah yang sudah jalan pun perlu dimanfaatkan maksimal. Ambil contoh Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Anindya melihat peluang besar di sana.
"Pangan itu bisa benar-benar memberdayakan," paparnya.
Kebutuhan akan telur, susu, sayur, dan protein lainnya di setiap daerah, menurutnya, bisa memacu geliat ekonomi lokal. Intinya, tahun 2026 nanti, kata Anindya, Kadin akan bergerak lebih fokus pada implementasi dan substansi. Bukan sekadar wacana, tapi eksekusi di lapangan.
Artikel Terkait
Mantan Suami Cekik Tewas Wanita di Serpong, Diduga Motif Sakit Hati
Riset: Kenaikan Cukai Rokok Selama 10 Tahun Belum Kurangi Keterjangkauan
JK Buka Peluang Jalur Hukum Atas Tudingan Penistaan Agama
Personel UNIFIL Tewas dalam Serangan di Lebanon Selatan, Prancis Tuntut Pertanggungjawaban