Balita Sengaja Muntah dengan Jari, Dokter Ungkap Batas Normal dan Alarm Bahaya

- Minggu, 11 Januari 2026 | 11:24 WIB
Balita Sengaja Muntah dengan Jari, Dokter Ungkap Batas Normal dan Alarm Bahaya

Sebuah video yang diunggah seorang ibu di Instagram benar-benar viral. Dalam rekaman itu, seorang balita terlihat dengan sengaja memasukkan jarinya ke dalam mulut, berulang kali, sampai akhirnya muntah. Adegan ini langsung memicu kecemasan dan tanya di kalangan netizen, terutama para orang tua. Pertanyaan besarnya: apakah ini masih perilaku wajar untuk anak seusianya, atau justru sinyal alarm dari sebuah masalah?

Normal atau Harus Khawatir? Ini Kata Dokter

Menanggapi kegelisahan itu, dr. Aisya Fikritama, Sp.A, seorang Dokter Spesialis Anak, memberikan penjelasannya. Intinya, perilaku memasukkan jari hingga muntah ini bisa saja masuk dalam batas normal. Tapi, kata kuncinya ada pada usia anak, seberapa sering ia melakukannya, dan dalam situasi seperti apa.

Untuk bayi di bawah setahun, hal ini umumnya tak perlu dikhawatirkan. Di usia 0-12 bulan, memasukkan tangan atau jari ke mulut adalah bagian dari fase oral. Mereka sedang menjelajahi dunia lewat mulutnya. Nah, refleks muntah (gag reflex) bayi juga masih sangat sensitif. Sentuhan kecil di area belakang lidah saja sudah cukup untuk memicu muntah. Ini alami dan biasanya akan berkurang seiring waktu.

Memasuki usia balita, sekitar 1 sampai 3 tahun, perilaku ini masih mungkin ditemui. Namun begitu, orang tua perlu mulai jeli. Kalau cuma sesekali, mungkin masih wajar-wajar saja.

“Namun bila sering, disengaja, dan tampak berulang, orang tua perlu mulai mengamati penyebab di balik perilaku tersebut,”

demikian penjelasan dr. Aisya saat dihubungi.

Lain ceritanya jika anak sudah berusia di atas 3 tahun. Jika kebiasaan ini masih sering terjadi dan menetap, dr. Aisya menegaskan bahwa kondisi itu sudah tidak dianggap normal. Evaluasi lebih lanjut oleh tenaga kesehatan sangat dianjurkan.


Halaman:

Komentar