Trump Ancam Rebut Pulau Kharg, Ultimatum AS ke Iran Berakhir 6 April

- Senin, 30 Maret 2026 | 08:20 WIB
Trump Ancam Rebut Pulau Kharg, Ultimatum AS ke Iran Berakhir 6 April

Konflik di lapangan sendiri terus meluas. Serangan Iran ke pangkalan udara Arab Saudi pada Jumat lalu melukai 15 tentara Amerika dan menghancurkan pesawat mata-mata E-3 Sentry senilai 270 juta dolar AS. Di sisi lain, kelompok Houthi di Yaman juga menembakkan rudal balistik ke Israel. Eskalasi ini berpotensi memicu krisis energi global yang lebih parah.

Yang menarik, di tengah semua ancaman militer itu, Trump menyebut bahwa jalur diplomasi masih terbuka. Pembicaraan tidak langsung antara AS dan Iran, yang difasilitasi Pakistan, dikatakannya berjalan cukup baik.

Meski begitu, dia tetap memberi tenggat waktu: 6 April. Iran harus menerima kesepakatan yang ditawarkan AS untuk mengakhiri perang, atau menghadapi serangan ke sektor energinya.

Lalu, apakah gencatan senjata bisa dicapai dalam hitungan hari? Itu bisa membuka kembali Selat Hormuz, jalur vital bagi seperlima pasokan minyak dunia. Trump enggan berkomentar rinci.

“Kita masih punya sekitar 3.000 target tersisa kita sudah mengebom 13.000 target dan masih ada beberapa ribu lagi yang harus dibom,” paparnya. “Tapi kesepakatan bisa dibuat dengan cepat.”

Sebagai tanda ‘niat baik’, Trump mengklaim Iran telah mengizinkan kapal tanker minyak berbendera Pakistan melintasi Selat Hormuz. Awalnya 10 kapal, katanya, sekarang jadi 20. Klaim ini, seperti diberitakan Financial Times, belum bisa diverifikasi secara independen.

“Mereka memberi kami 10,” ucap Trump. “Sekarang mereka memberi 20. Kapal-kapal itu sudah berlayar, menuju tengah selat.”

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar