Namun sampai saat ini Indonesia baru membayar 278,3 miliar Won, artinya masih menyisakan 991,1 miliar dan itu sudah jatuh tempo.
Kabar terakhir yang Indonesia sampaikan kepada Korea Selatan terkait proyek ini adalah pada Oktober tahun lalu.
Pada bulan itu, Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) berkomitmen untuk meneruskan kemitraan tersebut.
Baca Juga: Breaking News: Insinyur Indonesia Diduga Mencuri Data Penting Teknologi KF-21 Boramae
“Kemhan RI menyatakan tetap komitmen untuk melanjutkan kerja sama mengembangkan KF-21 Boramae bersama Korea Selatan.
Karena ini adalah kerja sama antar negara dan program prioritas nasional”, ucap Direktur Teknologi dan Industri Pertahanan Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Kemhan Marsekal Pertama TNI Dedy Laksmono, dikutip Antara pada 27 Oktober 2023.
Namun setelahnya masalah tanggungan Indonesia belum diselesaikan.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: zonajakarta.com
Artikel Terkait
Macron Serukan Koalisi Kemerdekaan untuk Lawan Dominasi AS dan China
Iran Klaim Tembak Jatuh Dua Jet Tempur AS, Bantah Klaim Trump Soal Pertahanan Udara
Akademisi Soroti Troll Army sebagai Alat Baru Propaganda Politik di Era Digital
Trump Ancam Rebut Pulau Kharg, Ultimatum AS ke Iran Berakhir 6 April