Retno Marsudi juga tegas mempertanyakan pernyataan PM Benjamin Netanyahu yang tidak akan izinkan Palestina Merdeka.
Baca Juga: Kebangetan, Diundang Gus Iqdam Pentas Harlah ST, Denny Caknan Pasang Tarif Segini
Menlu Retno juga menyampaikan tuntutan Indonesia lainnya terkait konflik Palestina-Israel, yaitu gencatan senjata permanen.
Menlu juga menuntut PBB memberikan status keanggotaan penuh di PBB sebagai awal untuk memulai kerja sama dan penyelesaian yang adil dan seimbang dalam solusi dua negara dan menghentikan agresi brutal Israel.
Sekjen PBB Antonio Guterres sejalan dengan pernyataan dari Indonesia dengan menyebut penolakan Israel terhadap pendirian negara Palestina pasca perang sebagai hal yang 'tidak dapat diterima'.
"Pendudukan Israel harus berakhir," ujar Guterres.
"Penolakan ini dan penyangkalan terhadap hak rakyat Palestina untuk mendirikan sebuah negara akan memperpanjang konflik yang telah menjadi ancaman besar bagi perdamaian dan keamanan global," lanjutnya.
Walaupun di sangkal langsung pihak Israel lewat utusannya di debat Dewan Keamanan PBB tersebut.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: krjogja.com
Artikel Terkait
AS Akhirnya Meringkus Dua Kapal Tanker Armada Bayangan Venezuela
Rapat Rahasia di Doha: Kepingan Rencana Transisi Venezuela Tanpa Maduro
Iran Siaga Penuh, Israel Kirim Pesan Rahasia: Ketegangan yang Tak Kunjung Reda
Pesan Rahasia Trump ke CEO Minyak: Bersiaplah Sebelum Serangan ke Venezuela