Malam itu, jenazah Imam Muslimin, atau yang lebih akrab disapa Yai Mim, akhirnya dikebumikan. Mantan dosen UIN Maulana Malik Ibrahim itu dimakamkan di TPU Dusun Wonorejo, Desa Slemanan, Kabupaten Blitar. Prosesi pemakaman berlangsung tak lama setelah jenazah tiba.
Menurut pantauan di lokasi, makamnya terletak tak jauh dari pintu masuk pemakaman. Yang mengharukan, ia kini beristirahat tepat di samping makam kedua orang tuanya.
Rumah duka sendiri berada di rumah sang kakak pertama. Jaraknya cuma sekitar satu kilometer dari TPU. Sepanjang hari, suasana duka terasa di rumah itu, dengan sejumlah saudara dan tetangga yang datang silih berganti untuk melayat.
Salah seorang tetangga, Wulan, mengisahkan kedatangan jenazah. "Kalau tidak salah sekitar pukul 22.00 WIB," ujarnya.
"Ambulans datang, tidak lama langsung dimakamkan," tambahnya.
Keponakan almarhum, Fatimatuz Zahro (32), memberikan penjelasan lebih lanjut. Ia menuturkan bahwa begitu tiba di rumah duka, jenazah Yai Mim langsung dimandikan dan disalatkan. Prosesnya berjalan cepat, sesuai dengan tuntunan agama dan keinginan keluarga.
Begitulah akhir perjalanan Yai Mim. Dari seorang akademisi yang dihormati, kini ia kembali ke tanah kelahiran, dipeluk oleh bumi Blitar di tengah keheningan malam.
Artikel Terkait
Sapi Kurban 1,1 Ton Bertuliskan TIW Dikirim ke Masjid Terdekat Rumah Amien Rais
Peneliti BRIN Dimas Fajar Prasetyo Bantah Terlibat Jurnal Bodong, Sebut Identitasnya Dicatut
Khofifah Tinjau Pasar Klojen, Dorong Koordinasi Daerah Jaga Stabilitas Harga dan Pasokan Pangan
BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Waisak 2026, Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Ringan