"Kami ingin menghindari pemborosan anggaran yang seharusnya bisa digunakan untuk kepentingan rakyat," jelas Hanief.
"Dengan melihat tingginya dukungan untuk Prabowo-Gibran, kami yakin Pilpres bisa diselesaikan dalam satu putaran tanpa perlu proses yang panjang," lanjutnya.
Baca Juga: Sekjend PBNU 2015-2021 Dukung Anies Muhaimin di Pilres 2024: Untuk Indonesia Adil Makmur
Hanief juga menepis, ia mengatakan dukungan itu untuk menjaga keutuhan negara dan menghindari konflik yang dapat merugikan bangsa.
"Kami tidak hanya berpikir soal satu pemilihan, tapi juga bagaimana ke depannya, bagaimana negara ini bisa tetap bersatu dan aman," imbuhnya.
PBNU Pernah Bersikap Netral
Sebelumnya, Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya mengaku tak ingin organisasi sebesar NU diseret-seret ke ranah politik praktis.
Bahkan, tokoh NU sekalipun dilarang mengatasnamakan organisasi untuk meraup dukungan besar dari warga Nahdlyin.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: swargantara.com
Artikel Terkait
Macron Serukan Koalisi Kemerdekaan untuk Lawan Dominasi AS dan China
Iran Klaim Tembak Jatuh Dua Jet Tempur AS, Bantah Klaim Trump Soal Pertahanan Udara
Akademisi Soroti Troll Army sebagai Alat Baru Propaganda Politik di Era Digital
Trump Ancam Rebut Pulau Kharg, Ultimatum AS ke Iran Berakhir 6 April