FAKFAK Upaya mempercepat pengembangan pala di Fakfak mendapatkan angin segar. Yayasan Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat Mbaham Matta Fakfak, atau YP2M3F, baru saja meresmikan kolaborasi dengan Dinas Perkebunan setempat. Targetnya jelas: mendongkrak Program Strategis Pala Unggul yang dikenal dengan nama Kapala Emas.
Ini bukan kerja sama biasa. Visinya sejalan dengan program Fakfak Membara Membangun Bersama Rakyat yang ingin mengangkat kesejahteraan lewat potensi lokal. Nah, langkah konkretnya bakal difokuskan pada perluasan lahan pala seluas 150 hektare. Rencananya, kelompok pekebun dari berbagai distrik akan dilibatkan langsung.
Menurut sejumlah pihak, program ini diharapkan bisa kembali membangkitkan minat warga. Tapi tentu, semuanya butuh persiapan matang. Mulai dari data yang akurat, sasaran penerima manfaat yang tepat, sampai pelaksanaan di lapangan yang efektif. Di sinilah peran sinergi itu diuji.
Dengan kolaborasi ini, proses pendataan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) diharapkan bisa lebih cepat dan terverifikasi. Hasilnya nanti akan menjadi dasar untuk perencanaan teknis, pendampingan, dan pengawasan yang berkelanjutan.
Alfa Timer Rohrohmana, sang Ketua YP2M3F, menegaskan komitmen yayasannya.
“Kami mitra pemerintah. Tugas kami memastikan pendataan dan pendampingan tidak melenceng dari sasaran. Biar manfaatnya benar-benar sampai ke masyarakat,” ujar Alfa.
Ia menambahkan, Program Kapala Emas 2026 punya misi yang selaras dengan yayasannya: memberdayakan dan meningkatkan taraf hidup warga dengan mengandalkan kekuatan lokal.
Di sisi lain, respons dari pemerintah daerah pun terlihat positif. Widhi Asmoro Jati, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, berharap kerja sama ini bisa memperkuat pendekatan pemberdayaan yang partisipatif dan mengedepankan kearifan lokal.
Perlu diingat, Kapala Emas adalah bagian dari strategi besar. Ada target ambisius pengembangan kawasan pala unggul seluas 1.000 hektare di Fakfak. Program ini dirancang untuk memperkuat hilirisasi, meningkatkan produktivitas kebun rakyat, dan tentu saja, menjaga reputasi Pala Fakfak di kancah yang lebih luas.
Widhi juga memberikan catatan penting. Keberhasilan, katanya, tidak cuma diukur saat penanaman.
“Tanpa dukungan mitra strategis, semuanya akan berjalan lambat. Kolaborasi yang kuat mutlak diperlukan. Biar pala yang ditanam itu terawat, tumbuh optimal, dan jadi investasi nyata untuk masa depan masyarakat Fakfak,” tegas Widhi.
Pada akhirnya, harapan dari sinergi ini sederhana: kawasan pala unggul bisa memberikan dampak riil bagi kesejahteraan petani. Dan secara perlahan, mendorong pertumbuhan ekonomi Fakfak yang inklusif. Seperti visi yang selalu digaungkan: Fakfak Membara, dengan Pala Unggul sebagai penggeraknya.
Editor: Redaktur TVRINews
Artikel Terkait
TNI AL Temukan Kandungan Logam Tanah Jarang dan Unsur Radioaktif di 25 Kontainer Ilegal Batam
Pria Tenggelam Saat Cuci Usus Sapi Kurban di Anak Sungai Musi Palembang
Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Tutup Lebih Awal saat Waisak, Pengunjung Hanya Boleh hingga Pelataran
BSN Salurkan 245 Hewan Kurban ke Masyarakat di Seluruh Indonesia