cuit Trump. Dia mendesak Teheran segera berunding.
imbuhnya lagi.
Tanggapan Iran terhadap ancaman Trump itu tegas dan berhuruf kapital. Misi Teheran untuk PBB di X menulis bahwa mereka siap dialog berdasarkan rasa hormat, namun
Menariknya, dalam ancaman terbarunya, Trump tidak menyentuh soal penindasan brutal terhadap protes dalam negeri Iran yang menewaskan ribuan orang awal Januari lalu. Fokusnya cuma satu: program nuklir Iran yang dikhawatirkan Barat akan digunakan untuk senjata. Dia juga belum memberi sinyal bakal membatalkan serangan menyusul gelombang protes itu.
Saat ini, kelompok tempur Angkatan Laut AS yang dipimpin kapal induk USS Abraham Lincoln memang dilaporkan berkeliaran di perairan Timur Tengah. Trump menyebutnya "armada besar" itu.
Dalam pesan terakhirnya, Trump seperti memberi ultimatum.
tulisnya. Situasinya mencekam. Dua pihak saling tunjuk kekuatan, sementara ancaman perang yang lebih luas menggantung di udara.
Artikel Terkait
Ledakan di Teheran Bukan Serangan, Tapi Ketegangan AS-Iran Makin Menderu
Latihan Tembak Iran dan Manuver AS: Selat Hormuz Kembali Jadi Ajang Adu Kekuatan
Kedatangan Jenderal AS di Tel Aviv Peruncing Ketegangan dengan Iran
Trump Buka Rahasia The Discombobulator, Senjata AS yang Lumpuhkan Venezuela