Lebih dari tujuh ribu orang memadati pemakaman itu. Mereka datang untuk mengantarkan kepergian Nasser bin Radan Al Rashid Al Wadaei, yang oleh banyak orang disebut sebagai pria tertua di Arab Saudi. Ia tutup usia dalam catatan yang sungguh luar biasa: 142 tahun.
Jenazahnya disalatkan di Dhahran Al Janoub, kawasan selatan, sebelum akhirnya dibawa pulang ke kampung halamannya, Al Rashid, untuk dimakamkan. Suasana hari itu penuh dengan duka sekaligus kekaguman.
Bayangkan, rentang hidupnya begitu panjang. Ia lahir jauh sebelum Kerajaan Arab Saudi modern berdiri. Hidupnya membentang melintasi era berbagai pemimpin, mulai dari Raja Abdulaziz, sang pendiri, hingga Raja Salman yang memerintah sekarang. Ia menyaksikan sendiri negara itu bertransformasi perubahan politik, geliat sosial, lompatan ekonomi semuanya terjadi di depan matanya selama lebih dari seabad.
Dalam keluarganya, Al Wadaei dikenal sebagai sosok yang taat. Kabarnya, ia telah menunaikan ibadah haji ke Makkah lebih dari empat puluh kali. Sebuah perjalanan spiritual yang dilakukan berulang, menunjukkan keyakinannya yang tak tergoyahkan.
Artikel Terkait
Analis Rusia: Perang Dunia Ketiga Telah Dimulai, Bentuknya Tak Lagi Konvensional
AS Desak Warga Segera Tinggalkan Iran di Tengah Ancaman Serangan dan Korban Jiwa yang Meningkat
Iran Tantang AS: Serang Saja, Kami Balas!
Rusia Klaim Tumbangkan F-16 Ukraina dengan Rudal S-300